
TINGKATKAN KAPASITAS PETANI, DKPP NGAWI GELAR SEKOLAH LAPANG PENGELOLAAN HAMA TERPADU (SLPHT) PADITAHUN 2025
Ngawi – GN, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ngawi adakan kegiatan Sekolah Lapang Pengelolaan Hama Terpadu (SLPHT) komoditas padi bersama dengan Kelompok Tani Utomo Desa Sembung Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi (15/07/2025).
Kegiatan ini dibuka oleh M. Hasan Zunairi, SP., MM selaku Kepala Bidang Tanaman Pangan DKPP Ngawi bersama Kepala Desa, POPT-PPL dan petani, dalam arahannya disampaiakan bahwa Ngawi sebagai Lumbung Pangan Nasional mempunyai peran yang strategis dalam mencukupi kebutuhan pangan nasional. Seiring dengan pertambahan penduduk selalu diikuti dengan peningkatan produksi pangan terutama beras. Dalam rangka peningkatan ekonomi pertanian dan kewaspadaan dampak el-nino, maka harus ada upaya meningkatkan produksi padi secara signifikan di kabupaten Ngawi, salah satunya melalui kegiatan intensifikasi budidaya padi dengan model optimalisasi peningkatan indeks pertanaman (PIP). Ngawi juga memiliki banyak kendala dalam penanganan OPT yang berpotensi mengganggu praktek budidaya padi.
OPT utama pada komoditas padi di Ngawi antara lain OPT tikus ,penggerek batang padi ,wereng batang coklat ,penyakit potong leher yang disebabkan oleh jamur pyricularia oryzae, Penyakit Kresek yang disebabkan karena bakteri Xanthomonas oryzae serta lingkungan dan iklim di Kabupaten Ngawi yang tidak menentu, serta Gangguan Fisiologis (Asem-asemen/pH rendah) yang disebabkan oleh praktek budidaya yang kurang tepat. Upaya yang bisa dilakukan dalam mengendalikan OPT yaitu melalui gerakan pengendalian OPT dengan gropyokan atau dengan menggunakan penyemprotan pestisida secara tepat dosis, tepat sasaran, tepat waktu, tepat cara, dan tepat jenis. Pendirian pagupon rumah burung hantu, pengaturan pola tanam dan Budidaya secara ramah lingkungan dengan menggunakan MOL, POC, agens hayati, serta pestisida hayati/nabati.
Melalui Sekolah Lapang Pengelolaan Hama Terpadu (SLPHT) komoditas padi ini diharapkan para petani mampu memberikan pengalaman, ilmu dan pengetahuan tentang penanganan dan pengendalian OPT pra, saat dan pasca budidaya, serta dapat memahami dan mempraktekan budidaya secara ramah lingkungan juga berkelanjutan (PRLB).
Kegiatan yang dilaksanakan selama 1 musim tanam/3 bulan ini, dengan tujuan menciptakan petani yang peduli terhadap lingkungan dan ekosistem dalam lingkup lahan pertaniannya, tidak hanya fokus terhadap pengendalian hama, tetapi juga mengenal dan melindungi organisme lain seperti predator alami hama yang berperan penting terhadap keseimbangan ekosistem karena konsep dari Pengelolaan hama terpadu (PHT) adalah melakukan berbagai cara pengendalian untuk menurunkan dan mempertahankan populasi OPT di bawah batas supaya tidak menimbulkan kerugian secara ekonomis, serta sebagai upaya pemerintah dalam mensukseskan swasembada pangan di Kabupaten Ngawi. tandasnya. (adv / Din)








