Cimahi,Rabu(04/09/2025)
Dugaan penjualan seragam sekolah yang dilakukan oleh guru SD Utama Mandiri 7 akan di evaluasi oleh plt. kepala sekolah dan jika hal tersebut merupakan sebuah pelanggaran maka akan dibatalkan.
Sebelumnya orang tua siswa yang anaknya tercatat sebagai siswa di SD Utama Mandiri 7,mengungkapkan keluhannya bahwa dirinya harus merogoh uang untuk pembelian seragam anaknya sebesar 470.000 rupiah, dengan rincian:
Baju batik seharga 90.000
Baju Nyunda 165.000
Baju Olahraga 125.000
Baju Rompi 90.000
Jumlah total : 470.000
Dalam suasana saat ini, pihak orang tua yang enggan disebutkan namanya merasa keberatan, namun tidak berdaya karena sudah ditetapkan oleh sekolah,
” Sebetulnya saya keberatan namun karena anak saya sekolah disana maka apa boleh buat, saya ikut saja dan sudah mulai dikumpulkan untuk pembayaran seragamnya,” Ungkapnya.
Saat di konfirmasi terkait dugaan penjualan seragam yang melibatkan oknum guru, Kasie SD Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Achmad Sungkawa langsung merespon dan mencatat konfirmasi dari wartawan serta berjanji akan langsung mengambil tindakan dengan mengecek kebenaran berita tersebut.
Beberapa waktu kemudian Kasie SD Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Achmad Sungkawa memberikan penjelasan melalui aplikasi WA kepada wartawan,
“Sesuai dengan yang saya sampaikan tempo hari dan saya lakukan tindak lanjut pada hari senin.Saya memanggil Plt. kepala sekolah SD Utama Mandiri 7 dan memberikan klarifikasi serta memberikan laporan bahwa kegiatan tersebut belum berjalan dan akan dievaluasi segera jika rencana tersebut menyalahi ketentuan maka tidak akan dilaksanakan,”Ungkap Achmad Sungkawa
Kemudian Achmad melanjutkan,
“Semua program saya minta untuk di evaluasi agar disesuaikan dengan ketentuan jika tidak sesuai dengan aturan, saya meminta untuk fihenyikan.Sementara ini saya beri kesempatan Plt. kepala sekolah SD utama 7 untuk melakukan evaluasi dan pembenahan seluruh program yang ada dan perkembangannya masih saya awasi.”Pungkas Achmad Sungkawa.
Menurut informasi terakhir pengumpulan uang seragam masih dilakukan,seragam nya belum selesai.
apakah hal ini akan terus dilakukan oleh guru atau dibatalkan,
Achmad Syafei






