Lumajang – Dalam rangka Operasi Keselamatan Semeru 2026, Satgas Preemtif Satlantas Polres Lumajang melaksanakan kegiatan Polisi Sahabat Anak dengan memberikan edukasi safety riding kepada murid TK Kartika IV/81 Lumajang.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah tersebut diikuti para peserta didik dengan penuh antusias. Anggota Kamsel Satlantas Polres Lumajang mengenalkan berbagai rambu-rambu lalu lintas dengan metode pembelajaran yang menyenangkan dan mudah dipahami anak-anak.
Selain pengenalan rambu, petugas juga mengedukasi pentingnya penggunaan helm yang baik dan benar saat dibonceng sepeda motor. Anak-anak diajak memahami bahwa helm berfungsi melindungi kepala dari risiko cedera saat terjadi kecelakaan.
Tak hanya kepada para siswa, petugas juga membagikan brosur imbauan tertib berlalu lintas kepada kepala sekolah, guru, serta orang tua atau wali murid. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menekan angka pelanggaran lalu lintas dan meminimalisir fatalitas korban kecelakaan di wilayah Kabupaten Lumajang.
Anggota Kamsel Satlantas Polres Lumajang yang terlibat dalam kegiatan tersebut mengatakan bahwa edukasi sejak usia dini merupakan langkah penting dalam membangun budaya tertib berlalu lintas.
“Kegiatan Polisi Sahabat Anak ini bertujuan menanamkan kesadaran tertib berlalu lintas sejak dini. Anak-anak kami ajak mengenal rambu-rambu, pentingnya memakai helm, serta perilaku aman saat berada di jalan,” ujarnya.
Menurutnya, anak-anak yang memahami aturan lalu lintas sejak kecil diharapkan dapat menjadi pelopor keselamatan, baik untuk dirinya sendiri maupun keluarga.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Lumajang, AKP Yulian Putra Prasviawan, menegaskan bahwa kegiatan edukasi merupakan bagian dari upaya preventif dalam Operasi Keselamatan Semeru 2026.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun kesadaran tertib berlalu lintas tidak hanya pada pengendara, tetapi juga sejak usia dini. Harapannya, anak-anak dapat mengingatkan orang tua untuk selalu memakai helm, mematuhi rambu, dan berkendara dengan aman,” katanya.
Ia menambahkan, keterlibatan pihak sekolah dan orang tua sangat penting dalam menanamkan budaya keselamatan berlalu lintas.
“Dengan sinergi antara kepolisian, sekolah, dan orang tua, kami optimistis angka pelanggaran maupun kecelakaan lalu lintas dapat ditekan, sehingga tercipta kamseltibcarlantas yang aman dan kondusif di Kabupaten Lumajang,” pungkasnya.
Kegiatan berlangsung dengan suasana ceria dan interaktif. Para siswa terlihat aktif menjawab pertanyaan petugas, serta mampu memahami pentingnya tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama.
