HomeJawa TimurProyek IPAL di Dusun Rowo Sugo Disorot Warga

Proyek IPAL di Dusun Rowo Sugo Disorot Warga

LUMAJANG Gempurnews.com – Proyek pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Dusun Rowo Sugo Desa Yosowilangun Kidul, pengerjaannya ditengarai tidak beres.

Pasalnya, tebing penahan air sungai yang digunakan untuk induk limbah itu, hanya menggunakan ‘blumbung’ (cempolong : red) untuk menangkis bangunan pembuangan saluran limbah tersebut.

Belum lagi ditambah adanya tudingan miring terkait pembelian paralon bagi warga yang membutuhkan jaringan IPAL. Mereka menyangka seharusnya sudah ada di RAB, tidak perlu membeli paralon sendiri.

Advertisement

Sementara, Hariyono, salah seorang tokoh masyarakat dusun setempat, mengaku sama sekali tidak mengetahui secara detail proyek dari pemerintah pusat, lantaran tidak pernah dilibatkan dalam perencanaannya.

“Saya tidak ikut merencanakan, tapi saya ikut kumpulan. Waktu itu saya sempat heran, kok warga malah diminta membeli paralon sendiri. Padahal saya pernah dengar, desa lain dapat proyek IPAL tidak begitu. Apalagi, konsultannya pun bukan orang sini, padahal di desa sini juga ada konsultan yang biasa menangani IPAL,” kata Hariyono kepada media ini.

Proyek IPAL senilai Rp 500 juta itu kini sedang disorot masyarakat dusun setempat. “Masyarakat dusun Rowosugo takkan segan melaporkan ke Kejaksaan apabila ditemukan bukti penyelewengan anggaran. Dana sekian itu besar lho. Sisanya bisa banyak, apalagi material pasir ditempat itu bagus sekali,” ujar Hariono, Kamis (20/20/2019) siang.

Dia mengungkapkan, bahwa kecurigaan warga bermula dari dugaan tak ada pembentukan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM), sebagai pelaksana program ditingkat dusun.

“Menurut yang saya dengar, dana tersebut dari pusat masuk ke Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) diteruskan ke pengurus KSM didusun, tapi persoalannya banyak warga menanyakan, siapa orangnya pengurus KSM itu? Sampai saat ini banyak yang mengira semua apa kata kepala desa,” jelasnya.

Mulanya, Hariono berkeinginan sebelum KSM terbentuk, sudah ada usulan agar pelaksana program dilaksanakan oleh Kelompok Kegiatan Lembaga Permasyarakatan Desa (LMPD) Yosowilangun Kidul sendiri. Namun, akhirnya usulan tersebut tak sempat tersampaikan.

“Entah siapa konsultannya, katanya orang Tempeh yang ditugasi untuk menjalankan program itu,” jelas Hariono “Aneh, disini kan ada warganya yang bisa mengerjakan itu, kok bukan dia saja yang dipasrahi,” imbuhnya.

Salah satu warga dusun yang tidak mau disebut namanya mengatakan, IPAL ditempat tinggalnya itu disinyalir sarat akan kepentingan pribadi. “Hal ini, mungkin disebabkan karena jumlah warga penerima program pemasangan IPAL tersebut tidak banyak mendapatkan informasi. Tidak ada plang papan nama. Lha wong kesannya seperti ditutup –tutupi,” ujarnya.

“Sehingga pada saat pelaksanaan pembangunan induk limbah dipinggir sungai itu menjadi sorotan semua warga, bisa saja di ujungnya akan menimbulkan masalah besar,” pungkas sumber itu.

Sampai saat ini Kepala Desa Yosowilangun Kidul, Zainul, belum dapat dikonfirmasi terkait hal ini karena sulit ditemui. (Bam/Red)

RELATED ARTICLES

Most Popular