Keluarga Korban Laka Wonoayo Kecewa Pelayanan Puskesmas Wonoayu

598 0

Sidoarjo, Gempurnews.com-Monadi korban meninggal dalam kecelakaan yang terjadi di jalan raya Wonoayu, minggu (23/2) masih menyisakan permasalahan dan kekecewaan yang mendalam bagi pihak keluarganya.

Di karenakan pelayanan dari Puskesmas sendiri kurang optimal, apalagi fasilitas vital yaitu ambulan masih sangat mengecewakan terutama persiapan sopir ambulan yang tidak di persiapkan secara matang.

Terkesan kurang siap dalam memberian pelayanan terhadap pasien, terutama yang kondisi darurat.

Hal itu di sampaikan oleh Achmad soleh, anak Monadi( korban meninggal), di sampaikannya pada waktu orang tuanya mengalami kecelakaan kondisi parah.

Saat , orang tuanya dalam kondisi koma orang tuanya di bawa ke puskesmas, akan tetapi harus di pindah ke Rumah sakit.

Masalah muncul, karena sopir ambulan puskesmas tidak ada di tempat.

Menyikapi hal tersebut, Nanang perangkat desa Wonoayu mengambil inisiatif mengambil alih sebagai sopir ambulan untuk mengantar korban rujukan ke rumah sakit Anwar Medika di Balung Bendo Sidoarjo.

Ika perawat petugas jaga kepada Gempurnews, menjelaskan jika sopir ambulan di saat hari minggu biasanya libur, dan datang jika di telpon/ di butuhkan.

Humas Puskesmas Wonoayu Budiono, menyampaikan mau mengecek kronologisnya.

“Saya cek dulu seperti apa kronologisnya, termasuk waktu jam berapa,” ucapnya.

Budiono menambahkan jika tenaga sopir sangat minim, dan hari minggu tidak di liburkan tetapi memakai sistem “ON CALL”.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo Syam Satriawarman menjelaskan, kalau jumlah tenaga kembali lagi kewenangan di BKD. Karena yang mengangkat itu BKD, kalau kita teriak teriak kalau puskesmas katanya boleh BUUD yaa tetep harus gaji ke BUUD kalau bebannya ke BUUD ada keterbatasan pembiayaan gaji pokok.

” laa iku tek’e sopo kate bayari digawe urunan nanti ditangkap polisi. Tidak boleh iyakan,” jelas Syam.

” Urunan, sangkeng senenge punya tenaga, konangan dicekel, contohnya diporong urunan sangkeng senenge punya tenaga ketemu ditangkap dilaporkan polisi, tambahnya.

Akhirnya kalau itu jadi beban BUUD balik lagi pakai uang kapitasi, berapa uangnya tentu tidak cukup, padahal kalau menurut Menpan itu sudah tidak boleh mengangkat pegawai sembarangan akhirnya diatur oleh BKD.

” Bukan hanya di Puskesmas Wonoayu saja mas, di Puskesmas manapun kekurangan tenaga Drivernya (supir) termasuk diDinkes ini kekurangan tenaga Driver (supir)

” yang namanya supir cuma satu coba Dinas Kesehatan Loh supire cuma sijitok terus piye.”

Kadinkes juga menyampaikan, disetiap Puskesmas wilayah Kabupaten sopir cuma satu.

Tidak selalu setiap Puskesmas ini satu ada juga yang Dua Tapi sudah Tua tua mas.

“Kendalanya sekarang orang yang mau diangkat jadi sopir pengangkatannya ituloh lewat mana.
pegawai negeri sing anyar ikiloh onok taa sing daftar dadi supir lak gak ono. paling paling pakai yang tua tua yang lama lama dan itu sudah mulai habis, imbuhnya.

Kalau mengangkat pakai BUUD yaa dibiaya oleh Puskesmas yaa gak sanggup itu kendala memang, makanya pemerintah menyatakan sekarang Puskesmas itu tidak boleh Rawat Inap, Secara Rawat Jalan saja dengan tempat Tidur Satu atau Dua tempat tidur, lanjutnya.

Di ungkapkan juga agar tidak terjadi hal hal yang seharusnya dikerjakan sama Rumah Sakit, Puskesmas terbebani itu yang harus dirubah.

Syam menambahkan, kalau teman teman mau
yaa ini Puskesmas yang dipinggir jalan besar harus punya sopir pengganti, dihari minggupun supirnya harus kena sif yo’ opo carane gak ada alasan mobilnya ada terus supirnya gak ada.

Di sisi lain Puskesmas tidak ada cadangan untuk Driver kalau perawat, bidan banyak siapa yang mau melamar jadi supir ambulans mas, pungkasnya. (yuli)

Related Post