HomeNasionalProfil Dokter Ahmad Yurianto Sebagai Jubir Khusus Penanganan Virus Korona

Profil Dokter Ahmad Yurianto Sebagai Jubir Khusus Penanganan Virus Korona

Gempur News, Jakarta 8 Maret 2020
Pemerintah resmi menunjuk Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan dr Achmad Yurianto sebagai Juru Bicara (Jubir) Pemerintah terkait penanganan virus corona jenis baru COVID-19.

“Sesuai arahan Bapak Presiden, sudah ditunjuk Juru Bicara untuk menangani Virus Corona, namanya dokter Achmad Yurianto. Beliau yang terbekali dengan semua data yang ada, baik data mengenai kasus yang kemarin sudah diumumkan dan semua betul-betul akan terkonsentrasi di satu juru bicara. Saya akan mendukung beliau terus di bidang data, di bidang apa pun supaya terjadi efisiensi dari tenaga, supaya saya betul-betul bisa konsentrasi dengan baik,” ujarnya di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa, 3 Maret 2020.

Achmad Yurianto termasuk dalam tim yang mengkoordinasikan proses pemulangan dan observasi kesehatan selama 14 hari para WNI dari China di Pulau Natuna. Achmad Yurianto memiliki latar belakang sebagai dokter dari anggota militer.

Advertisement

Achmad Yurianto lahir di Malang, 11 Maret 1962. Ia adalah lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Yurianto memulai kariernya sebagai dokter militer tepatnya sebagai Perwira Utama Kesehatan Daerah Militer V Brawijaya pada 1987.

Empat tahun kemudian, ia ditugaskan menjadi Perwira Utama Kesehatan Daerah Militer IX Udayana Bali. Beliau pernah menjalani misi sebagai dokter Batalyon Infanteri 745/Sampada Yudha Bakti yang ditugaskan di Dili, Timor Timur pada 1991.

Pada 2006, Yurianto diangkat menjadi Wakil Kepala Rumah Sakit Tingkat II Dustira Bandung, Jawa Barat. Dua tahun kemudian, ia menjadi Wakil Kepala Kesehatan Daerah Militer IV Diponegoro Semarang. Pada 2009, ia menjadi Kepala Kesehatan Daerah Militer XI Pattimura Ambon, Maluku.

Dua tahun kemudian ia dipromosikan menjadi Kepala Dinas Dukungan Kesehatan Operasi Pusat Kesehatan TNI. Karier Yurianto di Kementerian Kesehatan dimulai pada 2015. Ia diminta oleh Menkes Nila Moeloek untuk menempati posisi Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes.

Ia beberapa kali turun langsung ketika terjadi bencana alam, antara lain gempa bumi di Lombok pada Juli 2018, gempa bumi dan tsunami di Palu pada September 2018, serta tsunami Selat Sunda pada Desember 2018.

Sejak pertengahan 2019, Yurianto dipercaya menjadi Sekretaris Ditjen P2P Kementerian Kesehatan. Ia juga mengkoordinasikan proses observasi kesehatan para WNI yang dijemput dari beberapa negara yang mengalami wabah virus corona, antara lain Tiongkok dan Jepang. (Jen)

RELATED ARTICLES

Most Popular