
Kediri, gempurnews.com – Keputusan untuk meliburkan sekolah di beberapa kota untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 ditanggapi oleh Rudy Hartono, seorang pengusaha dari kota Pare Kediri.
Dalam pernyataannya, Rudy menganggap, pemerintah kabupaten/kota yang meliburkan sekolah selama 14 hari dianggapnya berlebihan dalam menanggapai kasus corona. Pasalnya, dari beberapa kota yang meliburkan sekolah belum bisa dikatakan ada Kejadian Luar Biasa (KLB) karena tidak terdeteksi adanya virus Covid-19 menyerang warganya.
Rudy beranggapan, meliburkan kegiatan belajar mengajar di sekolah bisa menggangu ritme dan kualitas belajar siswa.
Namun demikian, Rudy tetap mengapresiasi langkah tersebut sebagai upaya pencegahan.
Pada gempur news, Rudy juga memaparkan, selain meliburkan, ada hal lain yang bisa dilakukan sekolah untuk mencegah penyebaran virus corona.
Diantaranya, lanjut Rudy, melalui cuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer sesering mungkin dan berwudhu.
Pada kesempatan yang sama, Rudy memaparkan, bagi siswa muslim khususnya, pihak sekolah bisa memberikan waktu agar siswa sering berwudhu.
Misalnya, lanjut Rudy, ketika jam 9 pagi, siswa dianjurkan sholat dhuha. Pada siangnya, siswa harus sholat dhuhur hingga sore sebelum pulang, harus mengikuti sholat ashar.
“Dengan cara begitu, saya yakin kebersihan siswa akan terjaga karena sering melakukan wudhu,” tutur Rudy pada Minggu (15/03/2020) malam.
Rudy menambahkan, sebelum melaksanakan shalat, orang Islam tentu harus berwudhu lebih dulu.
“Dalam wudhu, ada proses mencuci tangan, berkumur, membersihkan hidung, membersihkan muka, membasahi rambut, dan membersihkan kaki. Jika anggota tubuh itu dibersihkan minimal lima kali dalam sehari, sangat mungkin virus corona tidak menempel pada tubuh. Apalagi, orang Islam yang taat tersebut melaksanakan sunah rasul dalam bentuk menjaga wudhu. Kita tidak perlu takut berjabat tangan dengan Muslim yang taat karena selalu menjaga kebersihan. Hikmah adanya virus corona memotivasi kita selalu menjaga wudhu dan menghindari bersentuhan dengan orang bukan muhrim agar wudhu terjaga,” pungkas Rudy melalui sambungan seluler. (gus)






