Covid 19, Diknas Lumajang Maksimalkan Media Daring

582 0

LUMAJANG — Pendidikan merupakan kunci pembangunan sumber daya manusia, maka solusi yang perlu didesain dan dilaksanakan oleh guru di tengah pandemi Covid 19, dengan memaksimalkan media yang ada seperti media daring (online).

Ungkapan tersebut diisampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Lumajang, Drs Agus Salim, dalam acara bersilaturahmi dan halal bi halal anggota F-JINLU di halaman rumah Pakde Meme, Jalan Hariono 87, Sabtu (13/6/2020).

Pada kesempatan tersebut Agus juga menyampaikan, pembelajaran menggunakan metode E-Learning dapat dilakukan yaitu pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.

“Dalam hal ini yang paling penting adalah pembelajaran harus dilakukan meski dirumah. Bukan artinya memindahkan sekolah di rumah, tetapi materi esensial yang perlu dilakukan oleh anak anak dirumah,” papar Agus.

Lebih lanjut Agus menjelaskan terkait pendidikan yang bersifat kontekstual, artinya disesuaikan dengan kondisi rumah masing masing. “Semua anak tidak bisa disama ratakan, sebab tidak semua kondisi lingkungan anak anak itu sama, misal perbedaan akses terhadap internet,” imbuhnya.

Dihadapan anggota F-JINLU Agus memberikan masukan kepada para guru, agar tugas tugas yang diberikan kepada siswa tidak harus dinilai seperti biasanya di sekolah, tetapi penilaian kualitatif yang sifatnya memberi motivasi kepada anak anak.

Disinggung mengenai cara model penyelenggaraan pembelajaran jarak jauh, dengan memanfaatkan platform pendidikan daring tersebut adalah pembodohan, Agus membantahnya.

“Oh tidak. Malah dengan model pembelajaran daring ini bisa jadi peserta didik merasa lebih santai, menyenangkan,” tukasnya.

“Selain itu, manfaat lain dari model pembelajaran seperti ini orang tua bisa mengawasi anak-anaknya belajar, dapat mengkondisikan diri senyaman mungkin untuk belajar tanpa aturan yang formal,” lanjutnya.

Pada kesempatan yang sama. Agus juga menyampaikan persoalan keluhan banyak orang tua murid dan juga tenaga pendidik yang kesulitan masalah perangkat belajar seperti ponsel dan laptop, pulsa dan koneksi internet.

Pada moment silaturahmi dan halal bi halal F-JINLU kali ini, Agus juga mengajak mitra profesi wartawan untuk membantu mensukseskan penyelenggaraan pembelajaran di tengah pembatasan sosial akibat wabah covid-19.

“Kita harus tetap semangat, meskipun wajah pendidikan kita berubah drastis akibat pandemi covid19,” pungkas Agus.

Diakuinya, kebijakan physical distancing untuk memutus penyebaran wabah, memaksa perubahan dari pendidikan formal di bangku sekolah menjadi belajar dari rumah, dengan sistem online, dalam skala nasional. Bahkan, ujian nasional tahun ini terpaksa ditiadakan. Ditanya kapan sekolah kembali seperti semula, Agus menunggu keputusan pusat. (bam)

Related Post