HomeJawa TimurHari Jadi Ke-7 LSM Penjara Indonesia, Tingkatkan Baksos Dan Religi

Hari Jadi Ke-7 LSM Penjara Indonesia, Tingkatkan Baksos Dan Religi

PASURUAN —
LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) Penjara Indonesia, memperingati hari jadi yang ke -7 dengan mengadakan khotmil Qur’an dan Istighosah bersama, di kantor jalan raya Pasuruan – Malang tepatnya di desa Tanggulangin Kecamatan Kejayan Kabupaten Pasuruan, sabtu,12 september 2020.

Dalam kegiatan tersebut di hadiri oleh Vicky, pengawas Dewan Pimpinan Pusat ( DPP ), dan Jainul Abidin ketua DPD Propinsi Jawa Timur , Abdul Muin ketua DPC Kabupaten Pasuruan , Saiful Rizal ketua DPC Kota Pasuruan, beserta anggota LSM Penjara Indonesia

Pembacaan khotmil Qur’an yang di motori oleh anggota juga para Hafitz, dimulai sejak pagi hari sampai selesai, dan dilanjutkan Maulidhotul Khasanah dan Istighosah yang di pimpin oleh Kyai Abdullah.

Advertisement

Suasana lebih khidmad, ketika lantunan sholawat dan tasbih berkumandang, menghiasi ruangan dan membuat yang hadir hanyut dalam alunan ayat ayat suci tersebut.

Abdul Muin, ketua DPC dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada seluruh anggota yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, dan ditegaskan kepada semua anggota untuk tetap menjaga marwah organisasi dan kekompakan yang pada gilirannya untuk membela kepentingan publik secara luas.

Diuraikan juga, jika acara yang berlangsung memperingati hari jadi yang ke 7 LSM Penjara Indonesia, sengaja dilaksanakan lebih mengutamakan acara yang religius, dan selalu mendekatkan diri kepada yang kuasa, mengingat bangsa ini masih mengalami pandemi covid -19.

“Tidak seperti tahun yang kemarin, dengan gebyar dangdut rakyat yang meriah, sekarang kita mengutamakan berdo’a bersama, agar bisa mawas diri dan mensyukuri nikmatNya, juga kita di jauhkan dari segala ujian dan musibah virus yang melanda dunia khususnya indonesia,” Ujar Abdul Muin.

Selanjutnya, sebagai puncak acara, dilakukan pemberian santunan kepada anak yatim yang di serahkan oleh Jainul ketua DPD Jawat Timur, dan dilanjutkan penutupan dengan do’a dan pemotongan tumpeng sekaligus makan bersama seluruh yang hadir.

Dalam masa normal baru, kegiatan yang mengumpulkan massa tersebut, tetap menerapkan protokol kesehatan, dengan menjaga jarak, wajib memakai masker dan mencuci tangan dengan sabun atau sanitizer. (qomar)

RELATED ARTICLES

Most Popular