SURABAYA – Bagi sebagian besar orang, limbah spanduk tidak dibutuhkan lagi setelah dipakai, bisa dibuang atau dimanfaatkan untuk lainnya. Namun tidak demikian dengan tim proposal kegiatan mahasiswa (PKM) Unesa, mereka berhasil menyulap sampah spanduk menjadi beragam tas multifungsi yang dinamai Tiktokers Bag.

Tim yang terdiri dari Ida Dwika Darmawan dari S-1 Kependidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi, Frita Sinatra dari S-1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga, Moh. Turi juga dari S-1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga.
Muhammad Agus dari S-1 Manajemen, dan Bilqissima Az-Zahra dari S-1 Pendidikan Tata Busana.
Tim PKM yang diketuai oleh Ida Dwika Darmawan tersebut, berhasil lolos serta mendapatkan pendanaan pusat setelah mengusulkan Tiktokers Bag PKM Skema Kewirausahaan 2021.
“Spanduk itu bisa diolah menjadi apa saja sesuai kebutuhan mau dibuat apa, sementara ini kita olah jadi tas atau yang kita namai sebagai Tiktokers Bag,” terang Ida Dwika, dikutip dari InfoPublik, Minggu (29/8/2021).
Ide krearif tim PKM ini berwal dari hanya memanfaatkan limbah spanduk untuk membuat hand sanitizer, tempat masker dan barang barang yang sering digunakan orang saat pandemi Covid 19, dengan maksud memberikan kesan berbeda dan enak dipandang.
Ketua tim PKM dan rekan rekannya itu kemudian berfikir, bagimana cara memanfaatkan limbah spanduk menjadi barang bernilai yang saat ini banyak dibutuhkan orang dalam rangka mengedepankan protokol kesehatan (Prokes) dimasa pandemi Covid 19.
“Selain memanfaatkan limbah spanduk, niat kami sesungguhnya ingin membuat agar kita tidak jenuh dalam menerapkan protokol kesehatan,” ucap Ida Dwi Darmawan.
Di balik inovasi tersebut, Tim PKM Unesa ingin mengajak masyarakat untuk sadar lingkungan, sadar tentang kebersihan dan keindahan lingkungan, tidak hanya sampai pada pembuangan sampah di tempatnya, tetapi bagaimana masyarakat juga bisa berpikir memanfaatkan limbah atau sampah yang ada menjadi barang-barang yang bermanfaat dan berdaya jual tinggi.
“Harapan kami, pertama kita tidak jenuh dalam prokes, kedua kita lebih sadar lingkungan dan ketiga kita bisa kreatif memanfaatkan sampah yang ada jadi sesuatu yang unik dan menarik tapi juga bermanfaat,” ucap Bilqissima Az Zahra dari S-1 Pendidikan Tata Busana. (sho)






