KEDIRI — Dalam melaksanakan amanah dan kepercayaan dari masyarakat, seorang kepala desa bukan hanya fokus kepada salah satu bidang saja, tentu dalam pengabdiannya, yakni melayani, mengayomi, melindungi serta yang tidak kalah pentingnya selalu terbuka dalam menerima masukan, kritik serta aspirasi warganya.
Dengan berbekal itu semua, serta karakter yang humanis, semua keputusan yang diambil dalam kebijakan pembangunan akan mendapatkan dukungan positip dari semua elemen masyarakat.

Seperti yang dilakukan oleh Ahmadi, kepala desa Sukoharjo kecamatan Plemahan ini, dengan menampung semua aspirasi masyarakat, akhirnya terwujudlah sebuah kesepakatan bersama dengan membuat jalan tembus yang menghubungkan dua desa tetangganya, yakni desa Banjarejo dan desa Sidowarek.
Diungkapkan oleh Ahmadi, pemilik sawah yang dibuat jalan tembus tersebut semua warga desa Sukoharjo, mereka dengan kesadaran tinggi merelakan lahannya untuk dibuat jalan, disaamping untuk memudahkan akses komunikas juga yang paling penting dapat membuka akses kelahan pertanian.
Dengan dibukanya jalur tersebut, semua petani akan lebih mudah dalam melaksanakan kegiatan bertani, karena untuk mengangkut sarana produsi dan hasil panen dapat di angkut kendaraan roda empat.
Jalan sepanjang sekitar 1000 meter dengan lebar 4 meter itu, saat ini mulai dikerjakan denga melakukan pengukuran yang melibatkan pemilik sawah.
” Semoga dengan upaya ini, dapat meningkatkan perekonomian warga, kami selaku pemerintah desa tetap mendorong dan memfasilitasinya sehingga keinginan bersama ini dapat terlaksana dengan baik,” Ujar Ahmadi.
Menurutnya, selama menjabat kepala desa Sukoharjo, telah berhasil membuka jalan tembus didesanya sebaanya tiga lokasi, dan masyarakat sudah dapat menikmati manfaat dari jalan tersebut.
Disampaikan pula, jika jalan tembus yang saat ini dikerjakan, nantinya akan diupayakan dengan rabat, sehingga akses lalulintas dapat lancar, yang pada gilirannya akan meningkatkan taraf hidup warga, karena jalan merupakan akses yang mempermudah dalam menunjang perputaran ekonomi.
Selain mengupayakan sarana jalan tembus, dalam bulan terakhir ini, pemerintah desa Sukoharjo, melaksanakan normalisasi sungai yang mengalami penyumbatan, dengan menumpuknya lumpur dan berbagai sampah, dengan dilakukan pengerukan, diharapkan sungai yang merupakan sarana pengairan pertanian itu normal kembali.
Ahmadi mengharapkan kepada masyarakat untuk menjaga dan menjadikan sungai sebagai aset yang bermanfaat secara luas, untuk itu dihimbau warga untuk tidak membuang sampah di aliran sungai tersebut.
“Mari kita jaga sungai ini dengan tidak membuang sampah disungai ini, dan saya ucapkan kepada warga masyarakat yang selama ini terus semangat dalam membangun desa ini,” Kata Ahmadi, kepala desa Sukoharjo. (Iwan)






