Oleh: Muhamad Hilman Firmansyah
Menyimak mempunyai makna yang sama dengan mendengarkan, menurut Subyantoro dan Hartono (2003: 1-2), menyimak didefinisikan sebagai kegiatan mendengar yang dilakukan dengan sengaja, penuh perhatian terhadap apa yang didengar.
Dalam hal ini stimulus bunyi yang dimaksud untuk didengar merupakan bunyi-bunyi bahasa yang diujarkan oleh orang dalam suatu komunikasi.
Disamping itu, Tarigan (2013: 12) menyatakan bahwa waktu penggunaan bahasa yang dilakukan manusia tertuju pada aktivitas menyimak yang menghabiskan 42 persen, tentu ini sangat mendominasi.
Dengan kata lain, aktivitas menyimak ini menjadi dasar dalam aktivitas berbahasa lainnya. Brown (1996: 234) keterampilan menyimak menyediakan input atau masukan aural yang berperan sebagai dasar untuk pemerolehan bahasa dan memungkinkan siswa untuk berinteraksi dalam komunikasi lisan maupun tulisan.
Dengan demikian, keterampilan menyimak merupakan suatu hal yang penting bagi siswa atau pembelajar sebagai proses awal pembelajaran suatu bahasa, terutama Bahasa Inggris yang masih berstatus sebagai foreign language (bahasa asing).
Tentu ini sangat penting, karena siswa harus mendapatkan pengalaman bagaimana penutur asli (native speaker) mengucapkan kata, mengutarakan kalimat, menyampaikan informasi dan gagasan serta mengekspresikan perasaan dengan Bahasa Inggris.
Hal ini tentu akan menjadi definisi pertama tentang belajar Bahasa Inggris bagi para siswa, sehingga mereka mengetahui bagaimana Bahasa Inggris itu dipakai oleh native speaker dalam praktik komunikasi.
Setelah pembelajaran menyimak, siswa boleh diberikan pelajaran mengenai tatabahasa (grammar), berbicara (speaking), menulis (writing) dan membaca (reading).
Pada saat pembelajaran menyimak, siswa sedang dibimbing dan diberikan pengalaman nyata mengenai praktik berkomunikasi yang dilakukan oleh penutur asli Bahasa Inggris, jadi dalam pembelajaran menyimak ini, guru Bahasa Inggris cukup memberikan penguatan atau penegasan terkait apa yang sedang disimak oleh siswa. Misalnya simakan itu berisi dialog tentang meminta dan memberikan pendapat (asking and giving opinion).
Untuk membimbing pembelajaran menyimak ini guru dapat memberikan instruksi-instruksi sederhana kepada siswa seperti: “Please get ready your books or notes”; Please write asking and giving opinion expression based on what you listen!“Open you module page…!”; “Pay attention to the information in the dialogue, then complete the missing part on this exercise!”.
Selain itu, guru bisa juga melatih siswa untuk menirukan apa yang disampaikan oleh native speaker dalam dialog dengan melakukan mode play and pause (putar dan jeda) pada tingkat frasa atau kalimat.
Jadi, dalam mode ini guru memainkan audio kemudian menghentikan sementara bila sudah satu kalimat, pada saat berhenti sementara guru bisa meminta atau menunjuk salah satu siswa secara bergiliran untuk mengucapkan ulang apa yang baru saja disampaikan oleh native speaker, aktivitas ini berlangsung sampai dialog atau percakapan berlangsung.
Aktivitas pembelajaran seperti ini tentu sangat penting untuk memastikan berapa banyak kata yang bisa ditangkap oleh para siswa, jumlah kata ini berhubungan dengan tingkat penguasaan siswa dalam memahami dialog.
Semakin banyak kata dan kalimat yang berhasil diucap ulang berarti semakin baik pula pemahaman siswa terhadap dialog, disamping itu, guru bisa menilai seberapa akurat pronunciation (pengucapan) para siswa dalam menirukan native speaker.
Bila terdapat siswa yang pengucapannya belum akurat guru bisa memberikan treatment tambahan supaya performans siswa menjadi bagus, supaya proses pembelajaran menyimak ini lebih teratur dan terorganisasi dengan baik, guru bisa menyusun aktivitas pembelajaran dalam dokumen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP),
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini telah banyak berkontribusi dalam dunia pendidikan dan pengajaran bahasa asing, khususnya Bahasa Inggris.
Kini, untuk mendapatkan materi pembelajaran listening tidak sulit, cukup masuk ke dalam media online populer Youtube, media sosial Instagram, dll, kedua media online ini tidak hanya berisi konten-konten yang diperuntukkan bagi penikmat hiburan, tetapi menyediakan pula konten-konten video yang berhubungan dengan dunia pendidikan dan pembelajaran bahasa inggris.
Dalam youtube dan instagram banyak sekali provider yang mengunggah dialog atau percakapan Bahasa Inggris yang diperankan oleh Native Speaker dengan tema beragam, sehingga kita sebagai guru bahasa inggris bisa memilih dan memilah video mana yang akan disuguhkan kepada siswa kita untuk menjadi materi pembelajaran autentik.
Disamping itu, terdapat pula buku-buku dan modul-modul belajar bahasa inggris yang sudah dilengkapi dengan audio untuk materi listening.
Jadi, dari paparan diatas bisa disimpulkan bahwa pada prinsipnya pelajaran menyimak itu merupakan bagian terintegrasi dalam proses pembelajaran Bahasa inggris, idealnya pembelajaran menyimak selalu ada dalam setiap tema pembelajaran.
Hal ini dilakukan supaya siswa menjadi terbiasa dengan ujaran-ujaran Bahasa Inggris dan menstimulus siswa untuk memberi respon baik secara lisan maupun tulisan.
Mudah-mudahan dengan seringnya pembiasaan ketrampilan menyimak yang kemudian diikuti oleh berbicara, menulis dan membaca, para siswa dilevel Sekolah Menengah Atas dan sederajat, tidak hanya mendapatkan nilai rapor yang tuntas atau diatas KKM(Kriteria Ketuntasan Minimal), namun bisa juga berkomunikasi dengan menggunakan Bahasa Inggris tatkala menjadi Mahasiswa atau mulai memasuki dunia kerja.
Penulis: Dosen Bahasa Inggris, Fakultas Komunikasi dan Informasi Universitas Garut.

