Aksi cepat Relawan Kaki Gunung Semeru (REKGS) memutuskan pendirian pos pengungsian di lapangan Desa Candipuro hari Minggu 04 Desember 2022, ternyata sangat tepat dan lokasi tersebut menjadi tujuan pengungsi pasca Gunung semeru menyemburkan awan panas guguran kemarin.
Tak kurang dari 300 orang pengungsi bertahan di posko ini pada hari minggu malam hingga saat ini hari selasa, 6 Desember 2022 tecatat masih 147 orang masih bertahan di lokasi ini.
Saat kunjungan Panglima Daerah Militer (PANGDAM) V brawijaya kemarin, tampak diserahkan langsung secara langsung sejumlah 100 paket sembako, bantuan ini bertujuan untuk aksi tanggap darurat bagi para pengungsi, Pandam juga menyapa langsung dengan pengungsi dan para relawan yang ada di lokasi.
Dari pantauan desk relawan REKGS para pengungsi yang masih bertahan berasal dari dusun dusun yang berzona merah di desa sumber mujur dan sumber wuluh, adanya trauma akan kejadian erupsi tahun 2021 kemarin masih membekas, rata rata pengungsi yang kembali kerumahnya hanya untuk mengamankan aset dan juga memberi makan hewan ternaknya, tegas dani selaku koordinator lapangan desk relawan.
Ia menambahkan lokasi ini dikelola para relawan mandiri berkolaborasi dengan BASARNAS, KODIM dan POLRES, kami membagi peran masing masing berdasarkan arahan dari Kepala BASARNAS JATIM,
Donasi logistik dari beberapa komunitas baik dari Lumajang maupun luar Lumajang terus mengalir, Kemarin kami terima dari PPNI RSSA Syaiful Anwar Malang dan 3 komuntitas lain dari malang, PT PLN Pesero, PT TELKOMSEL, PTPN X juga tampak memberikan donasi, dan donasi tersebut akan kami laporkan detail ke publik, bahkan kami menerbitkan sertifikat ucapan terima kasih pada para donatur.
Setelah kunjungan Pangdam V Brawijaya Tampak ibu KAPOLDA JATIM didampingi Ibu KAPOLRES Lumajang berinteraksi dan memberikan Donasi secara langsung pada para pengungsi, juga di lakukan trauma healing pada anak anak untuk menghilangkan trauma yang dialami anak anak. (Mustbagio)






