STAND SANG RATU JADI PRIMADONA TEMU KARYA PETANI HUTAN JAWA TIMUR

Posted on at 12:02
388 0

Bertempat di ballroom unesa Surabaya Dinas Kehutanan Propinsi Jawa Timur menggelar temu karya petani hutan Jawa Timur yang bertema hutan lestari masyarakat sejahtera, acara yang dihadiri 1.500 orang petani hutan se Jawa Timur mewakili dari 10 cabang dinas kehutanan yang tersebar di wilayah propinsi Jawa Timur dan dibuka secara resmi oleh Gubernur Jawa Timur Dra. Hj. khofifah Indar Parawansa.

Cabang Dinas Kehutanan Lumajang dalam temu karya ini membuka 2 stand dari sang ratu talas dari Desa Senduro dan KTH LMDH Wono Lestari Desa Burno.
Sang ratu menampilkan 40 produk olahan talas baik berbentuk makanan dan minuman, stand sang ratu menjadi favorit kunjungan dari peserta, kebanyakan mereka yang hadir sangat tertarik akan olahan talas yang ada dan berkeingan menjalin kemitraan dengan sang ratu agar para petani hutan mendapatkan transfer teknologi pengolahan talas di daerahnya masing-masing.
Yang menjadi perhatian utama adalah tembakau dan rokok berbahan dasar daun talas yang rendah nikotin, ini di buktikan dengan habisnya produk tersebut sebelum 1 jam stand resmi dibuka, produk lain yang menjadi perhatian adalah olahan mie instan, tepung talas dan minuman talas yang rendah lemak dan berkalori tinggi.

Sang ratu talas (Khoiriyah) menegaskan semua produk yang kami tampilkan ini adalah hasil pendampingan kami terhadap UMKM se-Jawa Timur dan hasilnya bisa kita lihat sekarang, ini membanggakan, ternyata umbi talas yang biasanya di remehkan ternyata setelah diolah memberikan nilai jual yang optimal, kami berkomitmen untuk terus bermitra dengan para petani baik dari segi budi daya maupun pemasarannya, karena kami sudah menjalin kerjasama usaha dengan beberapa buyer di luar negeri, bahkan olahan daun talas kami sudah di ekspor ke Amerika Serikat.

Sementara itu stand KTH LMDH Wono Lestari burno menampilkan kerajinan batik dan handycraf berbasis olahan hasil hutan, yang menarik dalam stand ini adalah pisang agung dan pisang mas kirana menjadi latar belakang untuk foto selfi dari para peserta.
Edi selaku ketua LMDH Wono Lestari menyatakan kita sengaja menampilkan icon Kabupaten Lumajang yaitu pisang, agar para petani luar kabupaten Lumajang mengetahui bahwa Lumajang punya produk pisang andalan. (ER).

Related Post