Penuh Perjuangan Berat Sebagai Penghulu Yang Bertugas Didaerah Rawan

135 0

Lumajang, — Gempur News com/Dengan Semangat warga bades membatu seorang Penghulu, yaitu Ali Komalifan, warga Desa Bades Kecamatan Pasirian Lumajang, nekat menyebrangi aliran dan Derasnya, banjir lahar Gunung Semeru itu terjadi, di desa Gondoruso

ia lakukan karena demi tugasnya sebagai penghulu, dan wajib untuk menikahkan warga yang kebetulan didaerahnya berada di seberang sungai.di saat ini jalan menuju lokasi sebelumnya telah putus akibat diterjang lahar Semeru.

Pada waktu menyebrangi sungai tersebut, nampak sang penghulu sempat dibawa derasnya air, ya hingga menjadi basah kuyup, gara-gara tingginya debit air mencapai pinggang orang dewasa. 

Pasca menyebrangi aliran sungai lahar, Gunung Semeru, Ali Komalifan langsung menuju ke rumah mempelai untuk melakukan kewajibannya, iya melasaknakan akad bagi warga di dusun Liwek Desa Gondoruso.kecamatan pasirian tersebut.

,”Ali Komalifan dalam dalam melaksanakan dan mengemban tugasnya menjadi seorang penghulu tersebut menuai dan apresiasi oleh Kepala Kemenag Kabupaten Lumajang Muhammad Moslim.

“Seperti yang terjadi beberapa waktu lalu di Desa Gondoruso Kecamatan Pasirian dimana seorang penghulu dan Modin harus melawatu, sungai demi lakukan tugasnya, menghadiri pernikahan,” Jelas Muhammad Muslim, Senin ( 29-04-024)

Muslim pun menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan konsekwensi yang harus dijalankan oleh petugas. Dipaparkanya. bahwa petugas dilarang membatalkan pernikahan ketika sudah ada sepakatan antara kedua belah pihak. Apapun resikonya.

“Ya itu semua sudah merupakan kewajiban petugas KUA. Mereka tidak boleh, membatalkan pernikahan yang ada di desa yang rawan serta terpencil Termasuk di kawasan seperti Desa Gondoruso yang terdapat beberapa dusun yang harus melewati sungai ketika banjir banjir datang,”terangnya.

Bahkan sejumlah relawan di Lumajang Jawa Timur, turut membantu kelancaran warga hingga memikul sebuah kendaraan yang akan melintasi aliran lahar dingin Semeru. Hal tersebut supaya kendaraan tersebut bisa melintasi aliran sungai yang membelah desa antar kecamatan.

Tujuan relawan yang menyediakan jasa kendaraan untuk melewati aliran lahar kali Regoyo di Desa Gondoruso tersebut, menjadi jawaban dari banyaknya kendaraan warga pasca putusnya jembatan lintas yang menghubungkan kecamatan setempat dengan kecamatan Tempursari.

Meskipun cukup berbahaya akantetapi tidak menyurutkan dan tidak ada pilihan lain kecuali harus melewati jalur aliran sungai Semeru tersebut dan Warga harus melewati rute dengan jarak tempuh yang lebih panjang sekitar 13 kilometer.

Suwandi, salah satu warga setempat mengatakan tidak ada akses jalan lain. Oleh karena itu, kendaraan yang dibawanya pun harus digotong dengan memberikan jasa 10 ribu kepada yang mengotong kendaraan para warga yang mau lewati aliran sungai Regoyo tersebut.

“Kebetulan saya ini mau ke Pasirian. Kalau kendaraan saya tidak digotong
saya tidak akan bisa melewati aliran sungai yang deras dan saya tidak akan sampai ke tempat tujuan. Saya iklas dan rela kasih uang sebesar 10 ribu kepada yang para relawan yang sudah membantu saya untuk melewati derasnya banjir”terang Suwandi.(Djk.P)

Related Post