Desa Cakru, Kecamatan Kencong, Jember, Jawa Timur, menggelar Karnaval Seni Budaya Nusantara yang meriah dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia. Karnaval ini dimeriahkan oleh 33 peserta dari sekolah dasar, madrasah ibtidaiyah, SMP Muhammadiyah 08 Cakru, dan kelompok umum, yang menampilkan berbagai kreativitas dan semangat patriotisme.
Dengan rute sepanjang tiga kilometer, karnaval ini menjadi ajang bagi masyarakat Desa Cakru untuk menunjukkan kekayaan budaya dan sejarah lokal. Kepala Desa Cakru, Heni Indaryani, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah mendukung kegiatan tersebut. “Terima kasih atas partisipasi dan pengorbanan waktu serta tenaga seluruh warga. Harapan saya, melalui karnaval budaya ini kita bisa memperkokoh persatuan dan persaudaraan, sekaligus membawa Desa Cakru menjadi lebih baik dan maju,” ujarnya.
Karnaval ini menampilkan berbagai penampilan menarik, seperti pakaian adat dari berbagai daerah, tarian tradisional, dan teatrikal perjuangan kemerdekaan. Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Cakru juga menampilkan parade bertema pahlawan nasional, dengan kostum yang sangat kreatif dan menarik.
Menampilkan Sejarah dan Budaya Lokal
Ketua Pokdarwis Cakru, Amat, mengatakan bahwa tujuan karnaval ini adalah untuk menanamkan semangat patriotisme, cinta tanah air, serta melestarikan keanekaragaman budaya Nusantara. “Kami ingin mengenalkan ragam budaya, sekaligus mengaitkannya dengan sejarah yang pernah melekat di wilayah Igir-Igir,” katanya. Dusun Igir-Igir sendiri memiliki nilai sejarah yang kuat, dengan keberadaan tujuh Gedung Pendhem yang menjadi saksi perjuangan di masa pendudukan Jepang.
Kreativitas dan Semangat Patriotisme
Karnaval ini dimeriahkan dengan penampilan tarian tradisional, seperti Tari Gumregahing dan musik patrol Rowolumbu, serta tarian khas Jepang, Tari Onmyouji. Penampilan ini menunjukkan kreativitas dan semangat patriotisme masyarakat Desa Cakru dalam memperingati HUT ke-80 RI.
Ketua panitia, Sutikno, menambahkan bahwa karnaval ini menjadi wadah untuk meneguhkan kembali jati diri bangsa dengan menampilkan sejarah, budaya, serta nilai keagamaan yang melekat pada masyarakat Indonesia. “Karnaval ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga sebagai upaya untuk melestarikan budaya dan sejarah lokal,” katanya.
Dengan demikian, Karnaval Budaya Nusantara di Desa Cakru, Jember, menjadi salah satu acara yang paling dinantikan dalam rangka memperingati HUT ke-80 RI. Semangat patriotisme dan kreativitas masyarakat Desa Cakru patut diapresiasi dan dijadikan contoh bagi daerah lain. (Muh)
