Lumajang 5 Mei 2026, Gempur News.
Harga kambing di Lumajang, Jawa Timur, mengalami penurunan drastis. Kabid Peternakan DKPP Lumajang, drh. Endra N., mengungkapkan bahwa beberapa faktor menjadi penyebab rendahnya harga kambing tersebut.
Pertama, banyak peternak sapi yang beralih menjadi peternak kambing karena khawatir dengan penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Hal ini menyebabkan suplai kambing meningkat, namun permintaan tidak sebanding.
“Konsumen tetap, tapi suplai melimpah, jadi harga turun,” jelas Endra. Ia menambahkan bahwa peralihan ini juga disebabkan oleh harga sapi yang tidak stabil, membuat peternak lebih memilih beternak kambing yang dianggap lebih menguntungkan.
Selain itu, adanya daging impor di kota-kota besar juga mempengaruhi harga kambing di Lumajang. Endra menyebutkan bahwa daging impor ini menjadi pesaing bagi peternak lokal, sehingga harga kambing di pasaran menurun.
Sementara itu, kesediaan komoditas daging sapi, daging ayam, dan telur dalam rangka menghadapi puasa dan Lebaran masih aman. Endra memastikan bahwa stok bahan pangan ini cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Endra juga mengimbau peternak untuk lebih menjaga kesehatan ternak, terutama di musim hujan ini, karena biasanya banyak penyakit ternak yang menyerang. “Peternak harus lebih waspada dan menjaga kebersihan kandang untuk mencegah penyebaran penyakit,” pesan Endra.( Joe).

