Sidoarjo | Gempurnews – Buka dialog terbuka Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Sidoarjo melalui Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik, Anita Inggit Z.S., S.STP., M.A.P, menggelar Dialog Kemitraan Media Sidoarjo di ruang Call Center 112, Senin (27/4/2026). Langkah ini diambil untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, dan menjawab pertanyaan terkait Mekanisme Advertorial Sidoarjo yang sebelumnya menjadi perbincangan hangat.

Dalam dialog ini dihadiri puluhan insan pers serta perwakilan tiga aliansi media besar di daerah tersebut, yaitu Komunitas Jurnalis Sidoarjo, Aliansi Wartawan Sidoarjo, dan Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia. Tujuannya jelas: menciptakan ekosistem informasi yang sehat, transparan, dan saling percaya antara pemerintah dan media.
Dalam paparannya, Inggit memaparkan syarat dan tata cara pengajuan kemitraan secara rinci. Media yang ingin bekerja sama harus berbentuk badan usaha Perseroan Terbatas (PT), bukan perseorangan. Berkas penawaran, link e-katalog, dan company profile harus dikirimkan ke email resmi advdiskominfosidoarjo@gmail.com untuk melalui tahap verifikasi.
“Jika lolos verifikasi, maka akan dihubungi untuk melanjutkan proses pembuatan dokumen pengadaan hingga surat pesanan,” jelas Inggit.
Ia juga meluruskan isu pembatasan jumlah media yang mendapatkan kesempatan advertorial. Menurut data terbaru, hingga April 2026 tercatat total 240 media yang terdaftar. Dari jumlah tersebut, baru 65 media yang legalitasnya sudah terverifikasi Dewan Pers dan dinyatakan layak bekerja sama pada semester pertama 2026. Rinciannya terdiri dari 13 media cetak, 14 televisi, 3 radio, dan 35 media siber. “Seleksi ini dilakukan secara administratif untuk memastikan keabsahan legalitas dan alamat redaksi yang jelas, mengingat penggunaan anggaran negara harus tepat sasaran dan akuntabel,” ujarnya.
Inggit juga menyampaikan permohonan maaf jika masih banyak media yang belum mendapatkan kesempatan saat ini. Ia menegaskan proses pendataan dan verifikasi masih terus berjalan agar nantinya dapat menjadi pertimbangan kebijakan ke depannya.
Respon positif datang dari para jurnalis yang hadir. Arri Pratama, SE., SH., yang mewakili rekan-rekan wartawan, menekankan pentingnya transparansi agar tidak muncul kesalahpahaman di kemudian hari.
“Komunikasi harus jalan terus. Jangan sampai ada isu baru muncul baru ditangani. Kominfo harus menjadi jembatan yang terbuka, bukan instansi yang tertutup,.” tegasnya.
Sementara itu, Warsono, ST, menyambut baik upaya dialog ini. Ia berharap sinergi antara pemerintah dan media dapat berjalan lebih harmonis.
“Mari bersama-sama berbenah. Bekerja dan berkarya dengan sungguh-sungguh, mengutamakan komunikasi yang humanis,” tuturnya.
Kegiatan diakhiri dengan ramah tamah yang mempererat hubungan kekeluargaan antara pihak dinas dan insan pers.
Dialog terbuka yang digelar Kominfo Sidoarjo menjadi langkah positif dalam membangun kepercayaan dan menjelaskan mekanisme kerja sama dengan media. Dengan pemaparan syarat yang jelas dan data yang transparan, diharapkan kesalahpahaman dapat terurai dan tercipta ekosistem kemitraan yang adil, profesional, dan saling menguntungkan. Komunikasi yang baik adalah kunci utama agar informasi dapat disampaikan dengan tepat dan kebijakan pemerintah dapat dipahami dengan baik oleh masyarakat luas.

