Ketahanan pangan menjadi prioritas pemerintah pusat yang harus di wujudkan secepatnya, untuk mendukung swasembada pangan Kementerian Pertanian melakukan langkah strategis berupa Luas Tambah Tanam (LTT), untuk itu pengawalan kesuksesan program ini harus di barengi dengan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT).
untuk mewujudkan komitmen itu hari ini dilakukan gerakan pengendalian OPT wereng batang coklat di lahan kelompok tani (POKTAN) “Sumber Putri” Desa Tanggung Kecamatan Padang Kabupaten Lumajang.
Dalam sambutan pengarahan pada petani, suwardi petugas POPT setempat menekankan pentingnya pengamatan dilahan oleh petani secara berkala dan terus menerus, dan sesegera mungkin dilaporkan ke kami selaku petugas, atau PPL agar dampak serangan bisa diminimalisir dan hasil panen bisa terjaga. Seharusnya saya hari ini bekerja dari rumah (WFH) sesuai aturan pemerintah propinsi Jawa Timur namun karena petani membutuhkan kami terjun lapangan agar sebaran opt ini tidak meluas.
sementara itu H. Lasim PPL wilayah tanggung mengapresiasi kehadiran dari para petani hari ini cukup maksimal, ini bukti kerjasama yang baik antara petugas dan petani, kami siap kapanpun jika dibutuhkan walau di hari libur, komitmen kami tetap yaiti petani harus sejahtera sesuai tujuan pemerintah pusat, apalagi sekarang kami sudah menjadi pegawai kementrian pertanian, fungsi kami membina dan memberdayakan petani, di lahan seluas 40 ha, hari ini kita lakukan gerakan pengendalian (gerdal) WBC untuk menekan serangannya meluas, selanjutnya petani harus berkala dan bersama sama mengendalikannya. Kunci keberhasilan petani juga terletak pada petaninya sendiri.
hadir dalam kegiatan ini koordinator penyuluh wilayah kecamatan padang dan Ketua Perkumpulan Petani Pangan Nasional (P3NA) Propinsi Jawa Timur yang berbaur bersama memahamkan petani akan bahaya serangan OPT ini jika tidak dikendalikan bersama, diminta komentarnya Iskhak Subagio selaku Ketua P3NA Jawa Timur mengapresiasi sinergi antara petugas POPT, PPL, dan Anggota POKTAN nampak cukup bagus, terlihat dari jumlah petani yang hadir cukup banyak dan antusias, ini menunjukkan bahwa proses alih teknologi dari petugas disambut baik oleh petani, dan kami sangat mengapresiasi pada petugas dilapangan yang rela menjalankan tugas di tengah tengah WFH tetapi tetap menjalankan tugas dengan baik.(Manda-ER)

