Bondowoso, GempurNews- Aksi swadaya masyarakat untuk menambal jalan berlubang dan rusak di sejumlah wilayah Kabupaten Bondowoso terus bermunculan. Warga dari beberapa desa hingga relawan komunitas secara mandiri mengumpulkan dana dan material untuk memperbaiki jalan rusak demi keselamatan pengguna jalan.
Salah satu aksi dilakukan warga Desa Tlogossri yang memperbaiki jalan penghubung Desa Tlogosari–Kembang menggunakan dana swadaya masyarakat yang dihimpun melalui donasi sukarela.
Koordinator Relawan, Surawi, mengatakan jalan yang rusak ditemukan hampir di sepanjang ruas jalan dengan panjang sekitar 3,5 kilometer dan diameter jalan rusak bervariasi antara 6 meter hingga 15 meter.
“Sepanjang jalan itu yang kami rabat cor kira-kira sepanjang 3,5 kilometer,” ujarnya.
Dana penambalan jalan berasal dari iuran para relawan, juga menerima bantuan material koral serta peminjaman peralatan untuk proses penambalan.
Surawi menambahkan, aksi tersebut dilakukan karena banyaknya pengendara yang mengalami kecelakaan akibat jalan rusak.
Menurutnya, kondisi jalan yang rusak sudah cukup membahayakan keselamatan pengguna jalan. Meski tidak mengetahui kendala yang dihadapi pemerintah, para relawan hanya ingin membantu memperbaiki kondisi jalan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat.
Seorang warga berinisial AM mengatakan, perbaikan jalan tersebut merupakan inisiatif warga Desa Tlogosari dan sekitar karena jalur tersebut menjadi akses utama menuju desa mereka.
“Kami warga Desa Tlogosari berinisiatif memperbaiki jalan ini sendiri,” ujarnya.
Ia menjelaskan, secara administratif jalan poros tersebut berada di wilayah Desa Tlogosari dan Desa kembang. Namun warga Tlogosari tetap bergotong royong memperbaiki jalan karena menjadi satu-satunya akses menuju desa mereka serta penghubung ke wilayah Tlogosari,Kembang dan Gunosari.
Kegiatan serupa juga dilakukan warga Desa sulek dan Desa Trotosari kecamatan Tlogosari
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap fasilitas publik. Warga juga memahami kondisi keterbatasan anggaran pemerintah daerah saat ini, pungkasnya. **
