BANYUWANGI, Gempurnews.com – Kabupaten Banyuwangi kembali menjadi destinasi pembelajaran pengelolaan sampah. Sebanyak 17 delegasi Nestle Asia Pasifik berkunjung untuk mempelajari penerapan program Banyuwangi Hijau yang berbasis ekonomi sirkular.
“Kami ingin belajar bagaimana Banyuwangi membangun sistem pengelolaan sampah. Khususnya program Banyuwangi Hijau yang mengelola sampah secara sirkular,” kata Sustainability Delivery Manager Nestle Zone Asia Oceania and Africa, Katarzyna Grzybowska, di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan, Selasa (18/8/2026).
Bowska datang bersama 16 delegasi lain dari perwakilan Nestle Asia Tenggara, meliputi Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Indonesia. Kunjungan ini bertujuan mempelajari program Banyuwangi Hijau sebagai bagian penguatan EPR atau extended producer responsibility.
Mencari Model untuk Asia Tenggara
“Kami berkomitmen ikut bertanggung jawab mengelola sampah dari kemasan produk yang kami jual. Karena itu kami terus mencari praktik terbaik pengelolaan sampah dari hulu ke hilir, yang nantinya bisa dijadikan blueprint untuk diterapkan di negara lain di Asia Tenggara, wilayah pasar kami,” ujar Bowska.
“Kami memilih Banyuwangi karena sistemnya berjalan sangat baik. Pemerintah, masyarakat, hingga sektor bisnis sama-sama terlibat. Warga dilibatkan mulai pengumpulan, pemilahan, sampai daur ulang, sehingga sampah bisa bernilai ekonomi,” tambahnya.
Kunjungi TPS3R Balak
Dalam kunjungan itu, delegasi meninjau TPS 3R Desa Balak, Kecamatan Songgon. Mereka melihat langsung alur layanan persampahan mulai pengumpulan dari rumah tangga, pengangkutan, pemilahan dan pengolahan di TPS/TPS3R, hingga penanganan residu ke TPA. Pertemuan dan diskusi bersama OPD Pemkab Banyuwangi juga digelar.
Program pengelolaan sampah sirkular di Banyuwangi dimulai 2017 lewat Project STOP dengan pembangunan TPS3R Tembokrejo, Muncar. Dilanjutkan Banyuwangi Hijau Fase 1 berupa pembangunan TPS3R Balak di Kecamatan Songgon. Dua program awal ini didukung Pemerintah Norwegia.
Berikutnya ada Banyuwangi Hijau Fase 2 melalui pembangunan TPS3R Karetan di Kecamatan Purwoharjo yang didukung Pemerintah Austria dan kini masih tahap pembangunan. Lalu Banyuwangi Hijau Fase 3 bersama Clean Rivers UEA untuk pembangunan TPS3R Kertosari.
Ke depan, Program Banyuwangi Hijau juga akan mendapat dukungan pembangunan TPS3R Wongsorejo yang dananya bersumber dari Kementerian Pekerjaan Umum RI. (*)












