Cimahi,Rabu(19/08/2026)
Membangun usaha tidak cukup hanya bermodal ide. Dibutuhkan keberanian, mental, pendampingan, akses pasar, hingga kemampuan mengembangkan jaringan. Semangat itulah yang coba dibangun BPC HIPMI Kota Cimahi melalui Berkarya Challenge 2026.
Bersama Pemerintah Kota Cimahi, BPC HIPMI Kota Cimahi resmi membuka ajang kompetisi bisnis tersebut di Gedung Pegadaian Cimahi, Rabu (19/8/2026).
Mengusung tema “Berkarya! Ide Jadi Nyata!”, Berkarya Challenge 2026 menawarkan total hadiah mencapai Rp50 juta. Namun, program ini tidak sekadar mengejar kompetisi dan hadiah. HIPMI Cimahi menempatkannya sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem kewirausahaan yang berkelanjutan.
Ketua Umum BPC HIPMI Kota Cimahi, Aria Putra Perdana, menegaskan peserta tidak hanya akan berkompetisi, tetapi juga mendapatkan ruang untuk mengembangkan usaha melalui proses pendampingan.
“Ini bukan hanya kompetisi bisnis, tetapi ekosistem. Setelah ini ada Berkarya Institut yang akan menjadi bagian dari pendampingan,” ujar Aria.
93 Pendaftar, 20 Tim Jadi Finalis
Antusiasme masyarakat terhadap program tersebut cukup tinggi. Dari 93 pendaftar, sebanyak 20 tim akhirnya terpilih menjadi finalis.
Menariknya, proses inkubasi yang idealnya membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat bulan berhasil dipadatkan HIPMI Cimahi menjadi sekitar dua bulan sejak Juni 2026.
Proses tersebut dirancang untuk membekali peserta agar tidak hanya mampu menciptakan ide bisnis, tetapi juga memahami bagaimana mengubah ide tersebut menjadi usaha yang memiliki prospek dan keberlanjutan.
Pendekatan ini sekaligus menjadi pembeda Berkarya Challenge dari kompetisi bisnis yang hanya berorientasi pada penentuan pemenang.
Wakil Wali Kota: Mental Pengusaha Jadi Kunci
Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, mengapresiasi inisiatif HIPMI Cimahi yang dinilainya dapat menjadi salah satu model konkret dalam mencetak wirausaha baru.
Menurut Adhitia, pelaku usaha selama ini menghadapi sejumlah tantangan utama, mulai dari keterbatasan modal, akses pasar hingga jaringan. Namun, di atas semua itu, mentalitas menjadi faktor yang sangat menentukan.
Ia menilai keberanian mengambil risiko dan konsistensi dalam menjalankan usaha menjadi modal penting agar pelaku UMKM mampu bertahan sekaligus berkembang.
“Yang bisa membuat tulang punggung ekonomi kuat adalah dunia usaha. Jangan semua memiliki mental sebagai pekerja. Kalau ingin pendapatan lebih besar, harus berani berbisnis,” tegas Adhitia.
Bukan Sekadar Lomba Bisnis
Adhitia juga melihat Berkarya Challenge 2026 memiliki potensi menjadi model pembinaan kewirausahaan yang lebih konkret.
Peserta tidak hanya diarahkan menyusun business plan, tetapi juga mendapatkan pendampingan agar mampu mengimplementasikan rencana bisnis tersebut dan menjaga keberlangsungan usahanya.
Konsep tersebut diharapkan mampu mengurangi jarak antara ide bisnis dan praktik di lapangan. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, peserta diharapkan tidak berhenti setelah kompetisi berakhir.
Berkarya Challenge 2026 pada akhirnya diharapkan mampu melahirkan pelaku UMKM dan wirausaha baru yang tangguh, inovatif serta adaptif terhadap perubahan pasar.
Lebih jauh, program ini diharapkan menjadi salah satu langkah kolaboratif untuk memperkuat ekosistem usaha sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Cimahi dari sektor kewirausahaan.
Achmad Syafei/Yopi












