Kapolres Malang Dan PJU Polres Malang Bersama Toga, Tomas, Toda, Dan Potmas “Ngipok Ngerap” Dalam Rangka Harkamtibmas

667 0

Gempur News – Indonesia – Polda Jatim -Polres Malang. KABAR POLISI. Dalam rangka Harkamtibmas Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung S.IK “Ngipok Ngerap” bersama PJU Polres Malang tokoh agama (Toga), tokoh masyarakat (Tomas), Toda dan Potmas di Be Walk Food Centre Desa Mulyoagung, Jumat (23/2/2018).

Nampak hadir dalam acara ini antara lain AKBP Yade Setiawan Ujung (Kapolres Malang), Kompol Deky Hermansyah (Wakapolres Malang), Kasat dan PJU Polres Malang,vKapolsek Rayon Lawang, Muspika Dau, dan kurang lebih sekitar 100 orang tamu undangan dari Kepala Desa, Toga, Tomas, Toda dan Potmas Se-Kecamatan Dau Kabupaten Malang.

Sebelum acara “Ngipok Ngerap” dilaksanakan prosesi diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan sambutan – sambutan antara lain, sambutan Muspika Dau yang diwakili oleh Camat Dau Suroto Intinya mengucapkan selamat datang kepada Kapolres Malang dan jajarannya di wilayah Dau yang letaknya berbatasan dengan kota malang yang kompleks.

Masih Camat, bahwa di Kecamatan Dau terdapat 10 Desa, dan malam ini merupakan kesempatan yang baik untuk melaksanakan diskusi dan tanya jawab dengan kapolres beserta jajarannya

Pada sambutannya Kapolres Malang mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada muspika, toga, tomas, toda dan potmas Kecamatan Dau yang antusias dalam pelaksanaan kegiatan ini. Dikatakan oleh Kapolres, acara ngipok ngerab ini dilaks dalam rangka untuk menarik sebanyak – banyaknya apa yang diminta masyarakat kepada pihak Kepolisan Malang,

Kapolres menjelaskan bahwa Kapolri Jendral Tito Karnavian memiliki program Promoter yang tujuan akhirnya (outputnya) adalah meningkatnya kepercayaan masyarakat kepada Polri dan kegiatan ini adalah proses untuk Polri memperoleh Kepercayaan masyarakat. Lebih lanjut Kapolres menegaskan Polisi itu adalah bagian dari masyarakat, apa yang dimau masyarakat itulah yang harus dilakukan oleh Polisi

Harapan AKBP Yade, masukan dari para hadirin nanti, Polri kedepan dapat lebih baik. Masih AKBP Yade bahwa saat ini, telah banyak perubahan di tubuh Polri, hal ini silahkan dibuktikan sendiri oleh hadirin, saat ini hadirin bisa lihat sendiri bagaimana pemberitaan oleh medsos yang cukup pesat. Sehingga apabila ada kesalahan dari anggota polri akan cepat terekspose, ujarnya. Polres Malang, akan mewakafkan ilmu Polri untuk membangun dan menjaga Kecamatan Dau dan Kabupaten Malang, papar Kapolres.

Kapolres menerangkan, terkait isu yang saat ini terjadi, saat ini kita sedang berada dalam tahun politik dimana banyak intrik – intrik yang dilakukan oleh kelompok tertentu yang berkorelasi dengan situasi kamtibmas,dan saya yakin Insya Allah hal tersebut tidak akan dilakukan di Kabupaten Malang karena masyarakat malang sudah cerdas semua.Dari 13 Kejadian penyerangan Ulama hanya 1 yang murni penyerangan dan pelaku sudah di amankan sedangkan berita lainnya adalah hoax, ungkap Kapolres.

Medsos saat ini juga merupakan tantangan kita, akhir-akhir ini medsos dapat bermanfaat tetapi juga dapat menyesatkan oleh karena itu kami mengajak masy dau ini agar bertabayun/mengecek kebenaran suatu info dan tdk mudah termakan berita hoax, tandas Kapolres.

Apabila dipelajari sejarah, di negara kita ini Partai Komunis Indonesia (PKI) tidak dapat berkembang karena di negara kita ini sudah dipenuhi dengan demokrasi, oleh karena itu kepada hadirin agar tdk mudah terprovokasi isu murahan, tutur Kapolres.

Lebih lanjut Kapolres mengatakan Polres Malang telah melakukan langkah – langkah dalam mengantisipasi kejadian – kejadian seperti yang diisukan, mulai dari mendata orang gangguan jiwa serta memberikan pesan kepada keluarganya untuk melakukan pengawasan melekat. Kapolres menghimbau agar masyarakat Dau dalam menghadapi permasalahan tidak main hakim sendiri, silahkan hubungi kami Polri, kami siap 24 jam.

Acara “Ngipok Ngirap” selanjutnya dirangkai dengan tanya jawab yang dipandu oleh Topan (Pelawak) dan Brigadir Musa Bambang Bhabinkamtibmas Desa Petungsewu.

Berikut petikan audiensi tanya jawab antara Kapolres Malang dengan undangan yang hadir, Eko Witono Kades Karangwidoro mengusulkan supaya Bhabinkamtibmas stanby 24 jam di desa agar setiap kali dibutuhkan di desa dapat segera datang , jawaban Kapolres, seharusnya memang Bhabinkamtibmas harus stanby di desanya, tetapi kekurangan personil Polri di kabupaten Malang ini yang menyebabkan Polri saat ini menyiasati bagaimana agar tugas pokok dan pelayanan dapat berjalan.

Pertanyaan Abd. Karim Kepala Desa Kicur, dalam menghadapi Isu teror yang sudah meralela di dunia maya, bagaimana kita sebagai masyarakat desa mengantisipasi apabila menemukan hal – hal yang mencurigakan dan perlunya dilakukan sosialisasi oleh pihak Kepolisian dalam menghadapi permasalahan – permasalahan agar masyarakat desa tidak mudah termakan isu serta meminta bantuan HT ke desa untuk mempermudah komunikasi.

Kapolres menjawab untuk menghadapi isu hoax yang merajalela agar siskamling tetap dijalankan dan diaktifkan kembali, memasang spanduk di tiap RT dan RW tamu wajib lapor, selain itu apabila mengetahui/mencurigai agar ditanya dg cara – cara yang humanis, dalam pelaksanaan siskamling, pelaksana siskamling harus peduli, tidak hanya kepada petugas siskamling tetapi kepada semua elemen masyarakat apabila mengetahui hal – hal yang nyleneh agar ditanya, ditegur untuk meminimalisir kejadian kriminalitas terjadi. Polres Malang memiliki program Rumah Kantor dimana Rumah Kantor tersebut digunakan bhabinkamtibmas untuk melaksanakan problem solving Agar Kapolsek melakukan sosialisasi bagaimana siskamling, pelaksanaan antisipasi berita – berita hoax.

Pertanyaan Sunarji Koordinator Wilayah Dinas Pendidikan Kecamatan Dau, Dalam mengantisipasi bahaya Narkoba, kami sudah bekerja sama dengan Polsek melaksanakan sosialisasi di sekolah pada saat upacara oleh karena itu kami mengucapkan terimakasih, adanya pembunuhan guru di Madura ini membuat anak – anak siswa menjadi berani kepada guru dan kami dari guru juga takut membina siswa di sekolah, oleh karena itu kami mohon solusi terkait kejadian tersebut.

Kapolres menjawab salah satu program kami yaitu perwira di Polres dan Polsek menjadi inspektur upacara di sekolah, alhamdulillah jika sudah berjalan di Dau.

Komjen Budi Waseso menyatakan Indonesia darurat narkoba dimana di Indonesia ini bukan hanya tempat pemasaran narkoba tetapi tempat produksi untuk itu, tahun lalu kami sudah melakukan penandatangan MOU dengan Dinas Pendidikan, Kemenag untuk memasukkan kurikulum anti narkoba di sekolah – sekolah dan modul sudah kami siapkan dan segera akan kami laksanakan yang harapannya para siswa memiliki self defense agar tidak mau menyentuh Narkoba. Terkait pola pembinaan guru, saran saya perlu dilakukan perubahan pola pembinaan guru kepada siswa yang perlu disoasati oleh para guru karena ketika kita dibenturkan oleh hukum mau tidak mau kita harus jalankan

Pertanyaan dari Zainal Abidin Tokoh Agama Desa Landungsari apresiasi kepada pihak kepolisian yang perhatian kepada masyarakat. Dari kejadian penyerangan kepada ulama ada yang kejadian benar dan ada yang hoax, di era reformasi ini saya bersyukur dan berterimakasih bahwa polri cepat berekasi dalam menyikapi kejadian tersebut, agar tokoh agama tetap menjaga dan melakukan sosialisasi untuk menjaga situasi di Kecamatan dau ini.

Jawaban Kapolres ucapan terimakasih atas apresiasi nya, menjelaskan bahwa tugas Polisi adalah mencegah, dan menindak secara hukum dan mengkonfirmasi kejadian – kejadian penyerangan yang dilakukan oleh orang gila bahwa memang kejadian itu ada, tetapi tidak sebombastis pemberitaan. Solusinya agar kita selalu berterus terang tentang apa yang terjadi sebenarnya, tetapi karena ada banyak aral seperti keterbatasan waktu, personil itu yg menjadi masalah, sepakat mudah – mudahanan pilkada dapat kita lalui dengan aman dan masyarakat lebih dewasa.

Pertanyaan Gus Kohar MWC NU Kecamatan Dau, usul agar dari pihak Polres dan Polsek butuh sosialisasi intens kepada toga, ponpes dan masjid karena pada jaman sekarang ini informasi dari internet yang kebenarannya blm tentu benar lebih cepat agar masyarakat dapat segera terlindungi dengan pencerahan dari pihak polri.

Jawaban Kapolres, sepakat dan sudah menyampaikan kepada seluruh Kapolsek agar melakukan sosialisasi agar stabilitas kamtibmas dapat terjaga oleh karena itu kami juga minta bantuan dari para ulama

Pertanyaan dari Abdul Malik Ketua MUI Dau, mohon agar perhatian dan jaminan keamanan dari kepolisian kepada para ulama sehingga dalam membina warga dapat berjalan dengan baik.

Jawaban Kapolres Insha Allah, perintah saya patroli, komunikasi kepada Kyai dan kami berkomitmen untuk menjaga situasi kamtibmas di Kabupaten Malang oleh karena itu simpan nomer Bhabinkamtibmas dan saya yakin anggota akan segera hadir.

Pertanyaan Sumardi Kades Mulyoagung, Desa kami penduduknya sangat padat yaitu sekitar 16.000 dimana desa kami diapit kota batu dan kota batu, terkait dengan narkoba saya akui desa Mulyoagung resah dengan narkoba oleh karena itu saya mohon apabila pelaku narkoba sudah tertangkap polisi agar tidak diberi ampun, untuk efek jera kepada pelaku narkoba, di desa kami semuanya ada oleh karena itu sebelum kejadian seperti yg diberitakan terjadi dibwilayah kami, mari kita antisipasi bersama – sama.Terkait poskamling, mengucapkan terimakasih kepada kapolsek yang telah membangun poskamling kami sehingga menjadi bagus dan bermanfaat, harapannya keamanan di desa Mulyoagung dapat terjaga, adanya anak – anak punk yang ada di pertigaan Mulyoagung untuk diantisipasi.

Jawaban Kapolres, tidak hanya di Mulyoagung saja yang resah atas narkoba silahkan apabila mengetahui langsung telpon kasat narkoba, apabila mengetahui ada narkoba, laporkan saja dan undang – undang memfasilitasi untuk dilakukan rehabilitasi, kita berkomitmen tidak main – main dengan narkoba silahkan laporkan apabila ada kejadian yang memcurigakan. Dari siskamling, jangan hanya bangunannya saja yang bagus, tetapi kegiatannya yang penting. Agar Kapolsek dan kasat Sabhara menindak pengamen dan anak punk yang ada di pertigaan sengkaling.

Pertanyaan Dofar Tokoh masyarakat Desa Mulyoagung, mohon pencerahan terkait narkoba dan asusila yang banyak terjadi di wilayah kita, bagaimana cara kita untuk mengantisipasi hal – hal tersebut. Jawaban Kapolres Malang, saran saya jangan takut menegur, kontrol sosial di Indonesia perlu kita jaga apabila ditegur melawan silahkan laporkan saja. Agar Kapolsek, kasat sabhara menyentuh tempat – tempat yang dicurigai untuk meminimalisir kejadian – kejadian.

Pertanyaan Saiful Imam Kades Landungsari, Landungsari hampir sama dengan mulyoagung dimana lebih banyak pendatang dari pada penduduk asli ada sisi positif dan negatifnya, permasalahan yang masih terjadi yaitu curanmor di mana dalam 1 bulan di Desa Landungsari menempati posisi tertinggi kejadian curanmor, oleh karena itu kami mohon pencerahan dalam hal tersebut.

Jawaban Kapolres, terimakasih yang dilakukan oleh kepala desa landungsari, terkait permasalahan curanmor, merupakan permasalahan yang complicated, langkah yang diambil kepala desa sudah baik mulai memasang spanduk, masang cctv, pam swakarsa dan saya sarankan agar pemilik rumah kost memasang/memperbanyak CCTV mengarah ke parkiran untuk memperkecil niat, mempermudah polisi dalam identifikasi. Kasat serse agar memperhatikan informasi dari kepala desa dengan mengarahkan buser patroli di wilayah landungsari.

Pertanyaan Nur Dwi Pamudji Tokoh Agama GKJW, terkait isu – isu yang terjadi ada pemikiran dari kami yang mungkin bisa diterima yaitu apa tidak seyogyanya pemuka agama diberikan sosialisasi bagaimana cara untuk pendampingi umat.

Jawaban Kapolres, terkait usulan, kami sudah mengagendakan kegiatan tersebut untuk menyaring info dan aspirasi – aspirasi dari pemuka agama, agar dalam mengatasi masyarakat jangan latah dalam menyikapi informasi yang beredar

Pertanyaan Slamet, Tokoh agama Desa Landungsari, dalam isu – isu penyerangan ulama, ada beberapa yang diamankan oleh Polri, kami harapkan dilakukan rilis oleh Polri sehingga kami bisa tau bagaimana sebenarnya dan tujuannya.

Jawaban kapolres, rilis selalu dilakukan oleh kepolisian, tetapi mungkin perlu wadah – wadah seperti ini untuk mensosialisaskan.

Pertanyaan Nur Mukayat Ketua NU Kecamatan Dau, dengan adanya teror yang terjadi, kami sebagai ulama banyak masukan bagaimana untuk mengamankan wilayah Kecamatan dau ini, namun akhir – akhir ini dengan adanya teror yang terjadi menjadi was – was, usulan kami agar di masing – masing Kecamatan, Muspika mengundang tokoh ulama lintas agama menjelang pelaksanaan Pilgub dan menghadapi isu – isu yang berkembang demi kenyamaman di wilayah Kabupaten Malang karena sampai dengan saat ini NU sangat mendukung NKRI.

Jawaban Kapolres, jangan mudah terpengaruh oleh pemberitaan – pemberitaan yang beredar di medsos, besok kami akan bicarakan dengan ketua NU Kabupaten Malang untuk membicarakan saran daru jenengan, agar ulama bantu kita, dan kami nanti akan undang apabila ada pertemuan.

Pertanyaan Ustad Slamet Karen Toga Ds. Landungsari, kalo umat Islam memiliki kewajiban amal makruf nahi mungkar, dan kenyataannya kita yang mengetahui hal – hal yang tidak benar ini pura – pura tidak tahu, oleh karena itu kami mohon pencerahan bagaimana SOP yang harus kami lakukan agar kami tdk salah arah, masalah isu penyerangan ulama agama, memang kami indikasikan ada pihak – pihak-pihak yang ingin memanfaatkan kejadian tersebut tetapi kami merasa bahwa kejadian itu terstruktur dan terkoordinasi sehingga sasarannya selalu tepat sasaran oleh karena itu kami mohon transparansi informasi. Landungasri merupakan prototype Indonesia yang menjadi kami risau yaitu ada saudara kami dari timur yang agak susah kami bilangi, mulai dari pakaian dan lain – lain yang bertolak belakang dengan adat di jawa, oleh karena itu kami mohon pencerahan bagaimana mengatasi masalah tersebut.

Jawaban Kapolres, Amal makruf nahi mungkar merupakan kewajiban polisi juga, SOP nya agar para kyai menyampaikan secara persuasif, batasannya begitu masuk kedalam upaya paksa silahkan koordinasi dengan Polri kita akan dengan senang hati untuk mengatasi itu, tetapi yang kita tidak inginkan masyarakat main hakim sendiri.
Terkait isu orang gila, kita dari kepolisian tidak serta merta menyatakan orang itu gila akan tetapi kita bilang gila, merupakan pernyataan dari dokter dan semua orang gila yang melakukan TP akan dilakukan proses hukum, dan apabila dalam prosesnya dia dinyatakan gila, maka tidak bisa dihukum.

Dalam menyatakan apakah ada kelompok yang ingin inydonesia chaos, ini sedang dalam penyelidikan dan polisi tidaj bisa serta merta menyatakan hal itu. Dalam menghadapi landungsari prototype Indonesia harapan kami jangan segan – segan menegur apabila tidak bisa silahkan laporkan ke Polri dan Polri diikat oleh kode – kode etik sehingga banyak kendala, mohon bantuan kepada para ulama untuk melakukan pembinaan terutama di keluarga sendiri

Pertanyaaan Bisri Toga Desa Sumbersekar, keselamatan para kyai dan guru ngaji insya Allah akan selamat, dan kita harus waspada dan kita tidak boleh berpraduga terjadi kejadian yang buruk. Usul, orang gila yang menyerang ulama ditindak pidana, mendapat info pelaku teror tersebut diberi obat sehingga seperti gila, usul saya agar dalam menangkap diobservasi dulu selama satu bulan dan melibatkan ahli sehingga dapat diketahui gila beneran atau tidak dan perlunya meredam pemberitaan – pemberitaan itu. Terkait narkoba, apabila sdh terkena narkoba sudah hancur tetapi ada harapan dan itu dibutuhkan langkah – langkah tertentu agar sembuh. Terkait mahasiswa dari timur sudah banyak yang tidak bisa dibilangi. Jawaban Kapolres, Sama dengan jawaban ustad Slamet Karen.

Setelah diskusi yang di isi dengan pertanyaan dan audiensi “Ngipok Nigirab” ditutup dengan pembacaan doa yang di pimpin oleh Drs. Abdul Malik Ketua Majelis Ulama’Indonesia Kecamatan Dau. (Eko)

Related Post