Gempurnews.com – Indonesia – BANYUWANGI. Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi. Terletak di ujung selatan Kabupaten Banyuwangi. sekitar 80km dari pusat kota Banyuwangi. Membuat daerah ini jauh dari keramaian kota. Bahkan untuk menuju desapun, kita harus melewati perkebunan kopi dan karet dengan jarak tempuh sekitar 10 km.

Namun, meski demikian. keberadaan desa yang jauh dari pusat kota tidak membuat desa ini tertinggal. dengan Kerukunan, kekompakan warganya di bawah pimpinan Riyono, SH sebagai Kades yang kini telah memasuki periode ke ll (dua). Pembangunan di desa ini kini cukup pesat. Namun semua juga tidak semata bergantung atau berpangku tangan dari anggaran yang di gelontorkan pemerintah untuk desa. Hal ini terbukti, dalam hal rencana pembangunan pendopo desa sungguh dapat diapresiasi.
Menurut RAB dana yang diperoleh dari Alokasi Dana Desa ( ADD) untuk pembangunan pendopo hanya sebesar Rp 100 juta , dana sekecil itu belum termasuk potongan pajak. sehingga dana yang terima hanya sebesar Rp 88,5 juta. anggaran yang minim ini, di prediksi hanya cukup untuk pembangunan pondasi dan tiang pendopo saja. Padahal, Target pendopo harus dapat di rampungkan dan bisa di manfaatkan pada tahun 2018 ini.
Tidak ingin di anggap setengah – setengah dalam pembangunan desa, Riyono SH mengumpulkan beberapa tokoh masyarakat dan warganya untuk berembuk. Agar pembangunan yang hanya di anggarkan setengah ini bisa selesai layaknya pendopo dan dapat di fungsikan sebagai mana biasa.
Rupanya, hal inipun mendapat apresiasi positif dari warga. bahkan wargapun siap membantu apa yang dirasa kurang dan dibutuhkan untuk pembangunan pendopo desa kandangan. Hal itupun terbukti. Tidak hanya sekedar kata, secara bergantian bahan – bahan seperti : kayu, koral, batu, bambu datang tanpa di minta. Bahkan bagi mereka yang tidak dapat membantu dalam hal material maupun pendanaan. dengan sukarela berdatangan untuk menyumbangkan tenaganya.
Peletakan batu pertama pembangunan pendopo dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 24 Juni 2018 lalu dihadiri kurang lebih 200 orang pesayan yang datang dari satu dusun, yaitu dusun Sumberdadi.
Sedang pada hari – hari berikutnya bantuan tenagapun dilakukan secara bergilir, pagi 2 RT, siang 2 RT, dari masing – masing RT menghadirkan 12 orang. Dan dari 12 orang per RT itu ada yang berasal dari dusun Sumberdadi, dusun Sumberbopong, dusun Sumberjambe dan dusun Krajan. Guna untuk menunjang percepatan program pembangunan pengerjaan Pendopo tersebut Riyono tidak hanya mengandalkan tenaga swadaya, namun juga memperkerjakan 1 kepala tukang, 3 tukang dan 5 kuli setiap harinya. Sehingga pendopo yang berukuran 10m x 10m ini bisa tuntas dengan cepat sesuai rencana.
Riyono SH menambahkan, “Pembangunan pendopo ini ditargetkan harus selesai pertengahan Agustus 2018, sehingga pada malam tanggal 17 Agustus 2018 bisa digunakan tasyakuran. Sedangkan pada tanggal 13 September 2018 nanti pendopo akan digunakan untuk prosesi bersih Desa.”(Seageat)






