HomeNasionalPILPRES 2019, Apa Ramalan Primbon Tentang Dua Sosok Capres Kita.

PILPRES 2019, Apa Ramalan Primbon Tentang Dua Sosok Capres Kita.

Gempurnews.com – PRIMBON adalah sistem perhitungan atau ramalan terhadap segala persoalan kehidupan manusia, mengenai perilaku, watak, tata letak, arah, hari, dll. Salah satu ilmu warisan budaya leluhur, yang diambil dari adat kebiasaan turun-temurun yang senantiasa dilestarikan oleh masyarakat kita. Artinya primbon bukan sekedar ramalan yang diada – adakan oleh leluhur, namun merupakan suatu wujud penelitian dari kebiasaan atau watak yang dihubung – hubungkan dengan kelahirannya sehingga menjadi rangkuman yang bisa kita sebut ilmu pititen.

Primbon juga bertujuan menata keharmonisan manusia dengan alam untuk memperoleh keselamatan, kebahagiaan, keberuntungan, dan kesuksesan dalam segala aktivitas kehidupan manusia. Namun apapun hasil perhitungannya, kita sepenuhnya harus tetap berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Karna kita sadar bahwa garis takdir Tuhan saja dapat diubah, apalagi hanya garis perhitungan manusia.

HOROSKOP JAWA [LENGKAP] – Misteri Pranata Mangsa Oleh: Ki Hudoyo Doyodipuro, Occ dalam sebuah aplikasi praktis telah menjawab rasa penasaran masyarakat guna mengenal pribadinya dan mengkaitkan dengan langkah hidup yang akan diambilnya.

Advertisement

Kini salah satu jurnalis Gempurnews.com akan membukanya guna memberikan gambaran pada pesta politik yang akan diselenggarakan pada tahun 2019 mendatang. Tentunya ramalan ini bersikap netral dan tidah berpihak pada siapapun, dan ramalan yang diambil dari sumber falid HOROSKOP JAWA tulisan Ki Hudoyo Doyodipuro, Occ bukan untuk meramal siapa kelak yang akan menduduki kursi Istana, namun lebih memberi wawasan guna sebagai bahan pertimbang rakyat yang dilihat dari sudut kelahiran dua calon besar yang akan menjadi pusat perhatian dalam perhelatan politik negeri ini.

Adapun hasil yang telah kami ambil, dari dua calon yaitu Ir. H. Joko Widodo dan H. Prabowo Subianto ternyata memiliki kesamaan hari lahir meski usia kelahiran mereka terpaut 10 tahun. Joko Widodo lahir pada Rabu Pon, 21 Juni 1961 sedang Prabowo Subianto lahir pada Rabu Pon, 17 Oktober 1951. dari persamaan hari atau weton ini artinya kedua tokoh ini memiliki Sifat/karakter yang sama.

Pada dasarnya, orang yang dalam weton ini termasuk tipe yang penuh keberuntungan, karena mereka selalu merencanakan tindakannya dengan hati-hati, terbuka terhadap peluang yang baru, dan tidak mudah putus asa. Mereka juga memiliki beberapa keterampilan sosial, sehingga sejelek apapun wajahnya, kemungkinan besar mereka mudah bergaul dengan orang lain! Sisi buruknya, mereka suka sekali pamer. Mungkin mereka hanya haus perhatian sewaktu masih kecil, sehingga kini mereka merasa harus membuat kagum semua orang dengan kepandaian atau kekayaannya. Akan lebih baik bila mereka jadi diri sendiri dan berusaha untuk tidak terlalu menyalahkan orang lain yang secara tidak sengaja menyakiti perasaannya.

Sedang bila kita lihat dari segi Mangso, keduanya punya beberapa perbedaan Ir. H. Joko Widodo yang terlahir pada tanggal 21 juni 1961 tergolong dalam mangsa SADDHA – Tirta Sah Saka Sasana
13 Mei – 22 Juni. adapun keadaan umum orang Yang terlahir pada tanggal 13 Mei – 22 Juni atau di sebut orang “Saddha” yang berorbit selama 41 hari di langit belahan Timur Laut. Peristiwa mangsa itu candranya, “Tirta Sah Saka Sasana”, yang artinya “Air Lenyap Dari Tempatnya”. Mangsa itu dalam pengaruh Batari Sri dan Batara Sadana.

Batara Sri sebenarnya adalah Puteri Batara Hyanq Wimaka, isteri Batara Wisnu. Konon pada jaman Purwacarita menjelma sebagai puteri Prabu Srimahapunggung di kerajaan Medang Kamulan. Sedang Batara Sadana adalah adik Batari Sri.

Batari Sri dan Batara Sadana adalah Dewa yang bertugas membagi rejeki kepada umat manusia. Yang kemudian orang menyebutnya Batara Sri Sadana saja. Walaupun sebutannya hanya satu, sesungguhnya adalah dua Dewa. Maka orang kelahiran mangsa “SADDHA” mempunyai watak kembar.

Pada umumnya orang Saddha mempunyai kecerdasaan yang luar biasa. Selain kecerdasannya juga mempunyai felling Yang kuat pula. Sehingga langkahnya lebih berhati-hati.

Bergaul dengan orang Saddha pada umumnya sangat menyenangkan. Karena kecerdasaan otaknya, maka orang Saddha dapat membantu untuk memecahkan berbagai kesulitan sahabat-sahabatnya. Ditambah lagi keistimewaan orang Saddha yang pandai bergaul dan dapat menempatkan diri dengan tata kesopanan dan penampilan yang berkesan. Sehingga banyak orang senang padanya.

Tetapi sayangnya orang Saddha tidak dapat membuat suatu keputusan yang tepat. walaupun dia mempercayai seseorang, tetapi di lubuk hatinya merasa curiga kepada orang kepercayaannya itu.

Begitu pula dalam hal pekerjaan yang dilakukannya, terkesan hanya coba-coba. Akibatnya dia tidak akan mendapatkan suatu keuntungan apapun dari jerih payahnya itu. Karena sebelum pekerjaan itu tuntas sudah ditinggalkannya.

Keputusan-keputusannya sering mendua, dalam keragu-raguan. Dalam waktu yang relatif singkat keputusannya dapat berubah lagi. Oleh karenanya sering membuat orang kebingungan atas keputusannya. Karenanya orang Saddha dapat tergolong sering ingkar janji.

Sering terseret dalam kesulitan yang bersumber dari ulahnya sendiri, yang semula bertujuan untuk menolong orang lain. Tetapi sangat berlebihan, sehingga dia tidak dapat menyelesaikannya. Maka dia yang harus menanggung segala akibatnya.

Dalam penampilan orang Saddha tampak selalu rapi, dengan rambut yang tersisir rapi. Kerapian menjadi kunci kemantapan langkah orang Saddha dalam pergaulan. Sehingga mendudukkan dia dalam tempat yang terhormat, ditambah dengan tutur kata dan sopan santun yang baik. Maka orang sering mengagumi dan sekaligus memanfaatkan segala kekurangan yang pernah diperbuat orang Saddha sebelumnya.

Kerap kali mengalami kesulitan keuangan dan selalu saja mendapat bantuan dari orang-orang yang berada di sekitarnya. Sebaliknya kalau orang Saddha mendapat rejeki lebih, dibaginya rejeki itu kepada orang lain. Hatinya selalu hanyut sedih, kalau menyaksikan orang sedang dirundung kesusahan.

Dalam dunia pendidikan, remaja Saddha umumnya berhasil. Karena dia gemar belajar dan membaca buku-buku ilmu pengetahuan. Bahkan senang pula membaca buku-buku biografi tokoh dunia, ilmu pengetahuan maupun politik, dan cerita tentang orang-orang yang berhasil di dunia. Dari buku-buku itulah dia akan berkhayal “kalau aku…”. Khayalan itu akan berkembang menjadi suatu cita- cita.

Tetapi karena sifatnya yang selalu mendua akibat pengaruh dari Batara Sri dan Batara Sadana yang kuat sekali. Maka keputusannya sering berubah-ubah. Walaupun begitu, Untuk membuktikan cita-citanya itu, orang Saddha berusaha juga. Setelah dia menyadari bahwa dirinya tiada ketentuan yang logis, maka dia akan berusaha menekan diri. Mempergunakan waktunya seefisien mungkin. Barulah dia dapat membuktikan kebenaran janjinya. Tetapi hal itu jarang sekali terjadi bagi orang Saddha.

Dalam dunia bisnis tidak akan berhasil, karena tidak punya ketetapan hati. Lagi pula banyak mempergunakan perasaan dari pada pikiran. Pedagang harus menggunakan pikiran untuk menggapai keuntungan. Kalau menggunakan perasaan, akhirnya akan lemah dan menyerah.

Hubungannya dengan masyarakat lingkungannya cukup baik. Karena itikadnya yang baik dapat diterima oleh masyarakat, maka dia mau berkorban apa saja untuk kepentingan masyarakat. Bahkan jiwa berkorbannya itu sangat kuat dan merepotkan dia sendiri. Tetapi kalau masyarakat sekelilingnya mengacuhkan dirinya, diapun akan berbuat hal yang sama. Tapi yang sebenarnya terjadi, adalah karena orang-orang disekitarnya tidak tahu kemauan orang Saddha itu.

Yang paling bermanfaat adalah kalau orang Saddha itu menjadi tokoh masyarakat, pemimpin partai politik, asosiasi, pimpinan organisasi, atau kelompok kegiatan apa saja. Karena dengan demikian dia akan mendapat kesempatan menyampaikan gagasan-gagasan yang umumnya sangat cemerlang, sehingga bisa memajukan organisasi yang dipimpinnya itu. Namun jangan bangga dulu karna ancaman keraguannya dan sifatnya yang berubah – ubah juga dapat menyeretnya dalam kegagalan.

Sedangkan Capres H Prabowo Subianto yang lahir pada 17 Oktober 1951 termasuk dalam mangsa Kalima. Kedaan umum mereka yang terlahir pada tanggal 14 Oktober – 9 November. Pada Mangsa itu hawanya sejuk dan cuaca syahdu, karena langit diselimuti mendung. Sering turun hujan, bahkan curah hujan sering pula sangat lebat.

Pada Mangsa “KALIMA” perjalanan Mangsa dikuasai oleh Batara Asmara, lama orbit 27 hari. Berpengaruh besar terhadap keadaan kelahiran, sifat, tingkah laku, bahkan keberuntungannya sangat dipengaruhi oleh Batara Asmara. Begitu pula keadaan alam semesta yang melambangkan keadaan orang-orang yang terlahir di Mangsa itu.

Batara Asmara, dewa kesenangan dan keberuntungan. Sebelum kesenangan itu datang, datanglah terlebih dahulu godaan yang berupa gangguan-gangguan tidak menyenangkan. Kalau orang itu tabah, maka kesenangan dan keberuntungan segera menggantikan derita itu. Gangguan atau derita itu adalah samaran dari Hyang Asmara. Kalau bentuk samaran Hyang Asmara tadi telah dikalahkan, maka akan muncul wujud Hyang Asmara yang sebenarnya ialah sang keberuntungan itu sendiri.

Agar kita selalu berdekatan dengan Hyang Asmara, maka kita harus selalu bertabah hati menghadapi segala macam cobaan dan godaan. Karena kalau kita mendapat cobaan dan rintangan itu, artinya Hyang Asmara sudah sangat dekat dengan kita. Demikian setelah cobaan dan rintangan itu lenyap, maka kesenangan pun datanglah.

Selain itu, Hyang Asmara mempunyai sifat mementingkan harga diri dan kewibawaan. Sifat tegas dalam mempertahankan harga diri dan kewibawaan itu disertai dengan sifat diam. Baginya yang terpenting adalah hasil pekerjaan yang baik, tidak mengharapkan suatu pujian. Batara Asmara juga pandai menekan emosi maupun ambisi.

Apa yang terjadi bagi orang terlahir dalam pengaruhnya Batara Asmara? Mereka juga mempunyai sifat lebih mementingkan gengsi, kewibawaan, harga diri, bekerja dengan diam-diam tetapi sukses.

Oleh karenanya orang yang terlahir dalam Mangsa “KALIMA” adalah orang-orang yang pendiam. Walaupun begitu, mereka dapat memberikan nasehat bagi orang yang membutuhkannya. Dia juga pandai menyimpan rahasia, sehingga banyak kawan yang mempercayai untuk sesuatu rahasia pribadi. Penampilannya penuh misteri, hal itu karena dia lebih senang bekerja secara diam-diam. Perkataannya penuh arti dan kepastian.

Bagi mereka yang baru mengenal orang kelahiran Mangsa “KALIMA” terasa sangat kaku bergaul dengannya. Segala sesuatu tampak sangat tertutup, tetapi bila sudah mengenalnya lebih lama, maka terasa suatu hubungan persahabatan yang baik dan penuh canda serta enak diajak untuk berbincang-bincang.

Bahkan ada sesuatu yang luar biasa bagi orang “KALIMA” ialah ketabahan hati, dalam menghadapi kehidupan penuh dengan rasa percaya diri, jarang mengeluh, dan tidak pernah menyerah bila menghadapi kesulitan apapun bentuknya. Mempunyai sesuatu yang istimewa, ialah di mana dia mengalami suatu kesulitan, maka akan menemukan suatu jalan untuk mengatasi kesulitan itu dan berhasil. Oleh karenanya bagi orang kelahiran Mangsa “KALIMA” tidak ada hal-hal yang dianggapnya sulit dan luar biasa. Semua masalah dan kehidupan ini, dihadapinya dengan gembira dan tidak pernah berkeluh kesah.

Dalam pergaulan di masyarakat, pada umumnya orang kelahiran mangsa “KALIMA” mempunyai pengaruh baik, tidak banyak bicara tetapi banyak perbuatan-perbuatan baik yang dibuktikannya. Janjinya selalu ditepati. Sehingga mempunyai wibawa dan disegani.

Sifat Batara Asmara juga tetap berpengaruh kepada remaja kelahiran mangsa “KALIMA” diantaranya adalah sifat cemburuan, curiga dan kurang berterus terang dalam berbagai hal. Karena dia senang menyimpan rahasia, atau sesuatu yang segan untuk dibicarakan kepada orang lain. Sehingga orang lain pun tidak mengetahui apa maunya. Seolah kehidupannya diselubungi oleh rahasia.

Suatu yang sangat menarik bagi orang kelahiran mangsa Kalima ini adalah “kejujurannya” karena dia selalu menepati segala janji yang diucapkannya. Satu lagi ialah keistimewaannya untuk mempelajari bahasa asing. Dia akan dapat menguasainya dengan cepat. Begitu pula hal-hal yang bersifat gaib dan parapsikologi sangat cepat faham dan dapat menjadi ahli parapsikokogi (kebatinan).

Dalam pergaulan remaja “KALIMA” ini sangat disegani, tetapi karena sifatnya yang pendiam dan berwibawa, walaupun dalam keadaan biasa dia dapat bercanda dan berbincang-bincang. Tetapi kalau sedang marah dia akan diam dan berbicara hanya secukupnya. Hal itu yang membuat kawan-kawannya merasa segan bahkan ada yang merasa takut berhadapan dengan dia. Karena sering menegur kawannya yang bersalah dengan kata-kata yang menyakitkan hati dan ketus.

Dalam dunia pendidikan umumnya orang atau remaja kelahiran mangsa “KALIMA” selalu berhasil dengan baik, mendapat terbaik.

CIRI KHAS YANG MENCOLOK
Yang mencolok bagi orang kelahiran mangsa “KALIMA” ialah keberanian, pendiam, tetapi keras, dan mudah sekali tersinggung atau marah kalau kehendaknya tidak dituruti. Bila telah naik darah, maka dia terlalu nekad tanpa perhitungan, walaupun penyebabnya suatu hal yang sederhana sekali.

Di samping ciri khas pada postur tubuh yang sudah dibicarakan terdahulu. Maka ciri khas sifat dan tingkahnya itu dapat dijadikan sebagai data pribadi orang kelahiran mangsa “KALIMA”.

Selain kedua Mangsa keduanya yang berbeda Wuku keduanya juga memiliki perbedaan Ir. H. Joko Widodo termasuk dalam Wuku Sungsang. Adapun Sifat/karakter orang yang lahir pada Wuku tersebut antara lain, Dewa: Batara Gana. Candra: Kembang worawari. Seseorang yang terlahir dalam Wuku terseebut sifatnya mudah marah tetapi kalau disanjung jadi lupa daratan. Penghidupannya sering terlibat utang, pemboros tetapi banyak rejeki.

Sedangkan Wuku H Prabowo Subianto, masuk dalam Wuku Julungpujud. Adapun Sifat/karakter orang yang lahir pada Wuku tersebut antara lain Dewa: Batara Guritno. Candra: Palwo aneng lautan. Secara umum terhadap sifat seseorang yang dilahirkan pada wuku tersebut : ramah dan senang ngobrol, tetapi tidak mau kalah. Sedangkan pengaruh terhadap kehidupannya adalah: tidak kurang uang.

Begitulah hasil Horoskop Jawa prihal sikap/karakter dua capres kita yang akan tampil pada perhelatan pesta demokrasi tahun 2019. harapannya dengan adanya hasil ini masyarakat dapat dengan cerdas memilah sisi lebih dan kurangnya seorang calon pemimpin tanpa harus mencari kabar berita yang terkadang justru mengandung hoax.

Adapun kurang lebihnya hasil yang kami amati, dapat di lihat sendiri dalam website Primbon.com, pembaca juga dapat membaca watak, sifat atau karakter pribadinya menurut weton kelahirannya. Namun apapun hasil perhitungannya, kita sepenuhnya harus tetap berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Karna kita sadar bahwa garis takdir Tuhan saja dapat diubah, apalagi hanya garis perhitungan manusia. (*/Seagate)

RELATED ARTICLES

Most Popular