Probolinggo gempurnews
Disela sela bulan suci ini senin 20/5. bupati lira samsudin S.H,bersama kuasa hukum lsm lira Asman Afif Ramadhan, SE, SH dan Komandan pemantau lira probolinggo syarful anam menyempatkan untuk berbuka bersama ,setelah berbuka puasa komandan pemantau membuka rapat ini dengan tema “krisis kepercayaan terhadap bawaslu dan kpu kabupaten probolinggo”. Syarful anam berpendapat dugaan pengelembungan suara yang terjadi dalam Pemilu 2019 pada salah satu calek ,jika tidak di tindak lanjuti dengan serius maka akan menurunkan kredibilitas lembaga lembaga penyelengara penyelenggara pemilu baik itu bawaslu maupun kpu ,kita semua berkepentingan akan kredibilitas penyenggara pemili karena itu setetes harapan dari carut marutnya penyelengaraan pemilu kita dengan kredibilitas penyelenggara bisa di percaya kita berharap proses demokrasi ini sedikit lebih baik.
“Turunnya tingkat kepercayaan masyarakat tersebut berimbas pada terjadinya krisis kepercayaan terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Bawaslu sebagai salah satu lembaga yang berwenang menyelenggarakan Pemilu,” kata syarful dalam diskusi
Dalam bedah kasus itu ketiga petinggi lsm lira kabupaten probolinggo saling bersautan untuk Membongkar Modus pengelembungan suara yang digagas oleh bupati lira sekaligus menjadi pemantau lira jawa timur samsudin .
Menurut samsudin Untuk membentuk kepercayaan baru publik, ia menyarankan agar aturan itu benar benar ditegakkan dengan adil jujur dan bertanggung jawab,
Menurut kuasa hukum lira Asman Afif Ramadhan, SE, SH menegaskan ” dalam hal ini bawaslu mempunyai dua tugas yang belum selesai yaitu masalah etik dan masalah pidananya”
Bupati lira samsudin menambahkan ” jika laporan dari pemantau lira tidak ditindak lanjuti dengan serius maka lira tidak akan ragu untuk mengawal kasus ini sampai tuntas dan jika diperlukan kami siap menduduki sentra gakkumdu dan bawaslu kalau itu di perlukan” tegas sam (anis)






