Kapala Desa Tegalharjo Gelontorkan Hampir 100 Juta Uang Pribadi Untuk Kepentingan Rakyat.

0
55

Gempurnews.com – Banyuwangi, Pada pertemuan yang digelar dalam rangka pemberian insentif pada segenap aparatur pemerintahan desa serta Santunan dan Taliasih Anggaran Tahun 2019 di pendopo kantor desa Tegalharjo kec.Glenmore Kamis (30/5/19), Mursyid, SE selaku Kepala Desa didampingi ketua BPD beserta Muspika kec.glenmore memaparkan seluruh permasalahan desa, mulai keamanan desa, sulitnya menyamakan persepsi publik sampai permasalahan penyerapan anggaran yang berkaitan dengan pembangunan maupun pemberdayaan.

Semakin ketatnya pengendalian alokasi Dana Desa (DD) maupun Anggaran Dana Desa (ADD) membuat pemerintahan desa kesulitan dalam mengatur pengelolaan anggaran, banyaknya pemangkasan anggaran yang tidak hanya dalam pengalokasian pembangunan maupun pemberdayaan membuat pemerintah desa harus memutar otak. terlebih semua hampir berlawanan dengan perhitungan kepala desa saat menuai janji politik.

Namun tidak ingin dianggap pengecut yang lari dari janji-janjinya Mursyid selaku kepala desa yang juga pernah menjabat di periode 2008-2013 dan terpilih kembali untuk periode 2018-2023 harus banyak berkorban untuk memenuhi segala janji yang baginya telah menjadi prinsip atau harga mati.

Adapun anggaran yang harus ia talangi dari uang pribadinya meliputi pembenahan fasilitas agama seperti musholla, masjid maupun gereja yang tidak lagi dapat dianggarkan dari Dana Desa.

” Kalau dulu memang bisa kita anggarkan untuk pengembangan dan pembangunan fasilitas agama namun sekarang anggaran itu dipangkas, terkecuali fasilitas agama itu merupakan aset desa.” papar mursyid.

Tidak hanya itu sesuai dengan janjinya pada pemerintahannya mursyid juga memastikan pengalokasian insentif bagi aparatur pemerintahan meliputi RT, RW, Limas, kelompok posyandu dan PKK yang telah dianggarkan minimal sesuai ketentuan yang diatur pemerintah. bahkan guna menciptakan semangat kinerja aparatur pemerintah Mursyid juga selalu mengupayakan peningkatan insentif itu walau harus memulainya dengan uang pribadinya.

Seperti halnya para pendidik ditingkat Taman Kanak-kanak (TK) maupun Guru di TPQ, bahkan tokoh Muslimat dan Asatidz yang setiap tahunnya memang telah dianggarkan untuk sekadar insentif maupun tunjangan, meski kini anggaran itu telah dipangkas oleh pemerintah, selaku kepala desa mursyid tetap berkomitmen insentif maupun tunjangan itu harus ada meski harus dari kantong pribadinaya.

Banyaknya kebijakan yang ia ambil ini memang banyak menguras anggaran pribadinya bahkan bila ditotal keseluruhannya hampir mencapai 100 juta.

” Semenjak saya mencalonkan diri saya sudah berjanji pada diri saya sendiri, apabila saya terpilih kembali apa saja kebijakan dan program yang harus saya jalankan. yang jelas selain saya ingin membangun desa saya juga ingin memperjuangkan kesejahteraan bersama walau saya harus korban uang pribadi ya sudahlah, doakan saja usaha saya disulawesi sukses.” tambah mursyid.

Selain itu berkaitan dengan infrastruktur mursyid juga berusaha mencoba untuk menyamakan persepsi publik yang berlawanan dengan kinerjanya. banyaknya kabar-kabar HOAX yang seakan-akan menyudutkan pemerintahan desa yang dianggap lamban dalam pembangunan. terlebih dengan anggaran desa yang dianggap cukup besar.

“Jangan menganggap membangun desa saat ini sama dengan tempo dulu, yang tanpa proposal, tanpa aturan dan pertanggungjawaban. Justru pembangunan saat ini sangat sulit aturan-aturan yang seakan membuat pemerintah desa serba salah, dibangun salah tidak dibangun juga salah. apalagi kondisi jalan-jalan di desa Tehalharjo ini kondisinya sangat memprihatikan, jadi saat ini tidak ada lagi perbaikan jalan namun membangun jalan.” papar Mursyid.

selain memaparkan beberapa kondisi jalan yang sudah tidak layak bahkan tidak dapat diakses lagi mursyid juga memaparkan beberapa jalan yang telah dibangun ulang bahkan beberapa jalan baru yang dibuka untuk akses masyarakat kajarharjo. tentu anggarannya tidak sedikit butuh waktu beberapa tahun lagi untuk mencapai sempurna.

Dalam akhir rangkaian acara, pemerintah desa tegalharjo juga memberikan beberapa bantuan seperti seragam untuk ibu guru TK dan santunananak-anak yatim maupun duwafa. bahkan para pengurus mushollah, masjid dan gereja. (*/Siget).