Kerepotan Menginformasikan Ke Agen Tour Wisata Bali Disorot Pengusaha Pariwisata

0
88

 

DENPASAR Gempurnews.com
“Peningkatan harga tiket masuk ke sejumlah tempat wisata hal biasa terjadi, kami tak terlalu permasalahkan. Industri yang penting adalah kepastian kapan diberlakukan,” kata Ketua Association of Indonesian Tours and Travel Agency (ASITA) Ketut Ardana saat ditemui di kantor Gubernur Bali, Jl Basuki Rahmat, Denpasar, Bali, Jumat (24/5/2019).

Ardana mengatakan biasanya anggotanya itu sudah teken kontrak dengan para partner di luar negeri sekitar 3 bulan hingga satu tahun sebelum trip. Dia pun menyesalkan kenaikan ini dilakukan di pertengahan tahun saat kontrak sudah diteken.

“Anggota kami cara kerjanya dengan membuat harga kontrak dengan para oartnernya di luar negeri, biasanya 1 April hingga Maret tahun berikutnya, atau Eropa November ke Desemeber. Misalnya kalau sudah tandatangan, dan di tengah jalan dinaikkan pasti mengalami kerugian,” jelasnya.

Pihak Dinas Pariwisata Badung mengaku sudah menyosialisasikan aturan ini sejak akhir tahun lalu. Ardana mengatakan pihak travel akhirnya pasrah menalangi para grup wisatawan yang sudah terlanjut teken kontrak.

“Saya sempat berkomunikasi dengan kepala dinas, sudah ketok palu dan tak bisa diubah. Sekarang masih Mei dan ada waktu dua bulan kami komunikasi dengan partner di luar. Ini masa berlakunya yang jadi maslah, kalau kenaikan harganya tak masalah,” jelasnya.

Ardana pun mencontohkan biasanya para pengusaha jasa travel memungut keuntungan sebesar USD 5-10 perorang. Jika dilihat dari kenaikan harga tiket rata-rata tak sampai Rp 20 ribu atau USD 2 dari perhitungan itu nilai kenaikan harga tidak menjadi soal.

“Cuma yang kami khawatirkan di banyak obyek wisata. Kalau sudah sign kontrak sudah tidak bisa diubah, karena mereka sudah promosikan dengan berdasarkan harga kita,” terangnya.

“Kita untuk mengubah harga itu dengan partner luar negeri tak bisa. Kita (yang) nutupin, syukur-syukur tak terlalu tinggi dan provit kita menurun masih kita syukuri,” sambungnya.

Meski begitu, dia menyebut kenaikan ini tak bakal mempengaruhi jumlah kunjungan wisatawan ke Pulau Dewata. Sebab, pesona Bali sudah mendunia.

“Nggak akan berdampak pada kunjungan turis. Itulah hebatnya Bali destinasi dunia,” ucapnya. (**)