LUMAJANG Gempurnews.com –
Untuk mengatasi masalah sampah, Pemkab Lumajang terus berbenah dalam pengelolaan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) atau tempat pembuangan sampah.
Bupati Lumajang, Thoriq, sengaja mengajak pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI serta peserta Workshop pengoperasian dan pemeliharaan TPA sampah, yang diikuti oleh 55 kepala OPD Dinas Lingkungan Hidup se-Indonesia untuk melihat dari dekat TPA Sampah Kabupaten Lumajang
Cak Thoriq menjelaskan, bahwa Kab. Lumajang merupakan kota yang berukuran sedang. Jadi, masalah yang dihadapi tentang pengelolaan sampah pun kategori sedang. Tidak sebesar kota lain. Namun ia menegaskan, tidak akan membiarkan sampah menumpuk.
“Kami akan terus mengurai sampah sejak awal, mumpung belum menumpuk dan menjadi besar,” ujarnya.
Ia menegaskan, Pemkab. Lumajang akan selalu terbuka dengan seluruh laporan dari masyarakat, melalui laporan dari aplikasi maupun media sosial. Setiap laporan yg masuk Langsung kami tangani.
Pemkab. Lumajang akan terus berbenah dalam pengelolaan sampah, dengan harapan, kedepannya penyelesaian sampah dilakukan sendiri oleh masyarakat. Hal tersebut merupakan landasan utama demi menciptakan masyarakat yang peduli terhadap sampah dan lingkungan.
Usai mengikuti workshop, rombongan tim Kementrian PUPR RI juga menyempatkan mengunjungi lokasi TPA di Desa Lempeni Kecamatan Tempeh, guna melihat secara langsung Tempat Pengolahan Sampah Akhir (TPA) di Kabupaten Lumajang.
Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Timur Kementerian PUPR RI, Drajat Wijumarso, ST, M.Si., menyampaikan, bahwa kunjungannya bersama rombongan bermaksud ingin memberikan pembelajaran kepada pemerintah kabupaten/kota se Indonesia, khususnya yang mengolah bidang persampahan untuk bisa lebih mengetahui teknis operasional dan pemeliharaan TPA.
Menurutnya, Kabupaten Lumajang merupakan kabupaten kecil, namun dapat mengelolah sampahnya dengan baik, dengan melakukan penutupan sampah dengan pasir atau tanah, dan itu sudah menjadi program periodik dari Dinas Lingkungan Hidup untuk mengelolah sampahnya di TPA. Untuk itu, Lumajang dipilih karena dilihat dari keberhasilan Pemerintah didalam mengelolah masalah sanitasi, salah satunya masalah sampah dan limbah rumah tangga.
“TPA Lempeni, menurut kami bisa dijadikan pembelajaran buat kabupaten/kota lain yang sudah punya TPA,” ujarnya.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lumajang, Ir. Yuli Haris, berharap TPA bukan hanya sebagai tempat pembuangan sampah atau pemrosesan akhir sampah saja, tetapi harus dapat dijadikan tempat edukasi.
“SOP kita dinilai baik, ini menjadi suatu kebanggaan bagi Lumajang. 55 kepala DLH dan kepala TPA se Indonesia datang untuk belajar, sharing dan berbagi apa saja yang sudah kami lakukan, sehingga TPA ini tetap beroperasional dan melakukan penanganan sampah dengan baik,” jelasnya.
Usai diterima Bupati di Panti PKK, rombongan melanjutkan ke lokasi TPA di Desa Lempeni Kec. Tempeh dan makan siang bersama di kawasan obyek wisata Pemandian Alam, Selokambang (RED)






