HomeJawa TimurDesa Sumbermujur Gelar Karnaval Bedah Budaya Nusantara Lereng Semeru

Desa Sumbermujur Gelar Karnaval Bedah Budaya Nusantara Lereng Semeru

LUMAJANG Gempurnews.com. —
Karnaval Bedah Budaya Nusantara Lereng Semeru, mendapat sambutan luar biasa dari mayoritas masyarakat Desa Sumbermujur Kecamatan Candipuro, Lumajang, Sabtu (27/9) siang.

Tema kebersamaan antar warga menjadi satu hal yang menonjol mewarnai kegiatan yang diselenggarakan oleh pemerintah desa. Penyelenggaraan yang didukung elemen masyarakat tersebut merupakan perwujudan rasa syukur kepada Tuhan YME disamping sebagai sarana gebyar untuk menunjang guyup rukunnya masyarakat desa setempat.

Kepala Desa Sumbermujur, Syafi’i saat ditemui Gempurnews di stand panitia, “Kepesertaan karnaval diikuti oleh 28 dusun dan Lembaga Pendidikan yang ada di wilayah Desa, ada juga komunitas lainnya. Karnaval ini, mengajak warga untuk lebih mengenal, mencintai, melanggengkan budaya yang ada serta meneguhkan kebersamaan antar sesama warga. Jangan sampai ada kepentingan selain kepentingan untuk kemaslahatan desa Sumbermujur ini,” kata Syafi’i, Kades yang tak suka diam itu.

Advertisement

“Saya bangga semua warga ikut berpartisipasi mengawal semua event yang diselenggaran pemerintahan desa Sumbermujur,” ujarnya sambil menyeruput minuman kemudian menghisap rokoknya.

“Desa ini memiliki Hutan Bambu yang dikelola “POKDARWAIS SABUK SEMERU”, alkhamdulillah hal itu dapat meningkatkan perekonomian desa,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu Syafi’i menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu pelaksanaan Karnaval Budaya Tahun 2019 ini, bisa terlaksana degan baik sehingga memenuhi keinginan masyarakat sebagai bentuk ekspresi dan apresiasi seni budaya khususnya masayarakat Desa Sumbermujur.

Sangat membanggakan memang, bahwa penyelenggaraan Karnaval Budaya ini membutuhkan pembiyaan yang cukup besar, namun berkat semangat kebersamaan masalah pembiayaan akhirnya tak menjadi soal.

“Selaku Kepala Desa saya berpesan sekaligus berharap agar bisa dimunculkan kreativitas seni budaya lewat Karnaval Budaya dengan tetap menjunjung tinggi etika kesopanan” pungkas Syafi’i.

Karnaval diperkiran akan selesai pukul 02 00 pagi hari, karena tiap tiap peserta akan berhenti di zona yang sudah di tandai oleh panitia untuk menunjukkan tariannya masing masing selama 15 menit. (bam/red)

RELATED ARTICLES

Most Popular