Pasuruan, Gempurnews.com- Lereng tanah pegunungan serta hijaunya rerimbunan pepohonan memberi kesejukan dan membuat lokasi tersebut nampak sepi, dan masyarakat sekitar banyak yang percaya konon sempat menjadi kramat dan angker.
Kepercayaan warga masih melekat tentang keangkeran bukit baung yang tepatnya berada di desa kertosari kecamatan purwosari kabupaten pasuruan.
Di samping itu ada sugesti jika di balik air terjun itu dulunya terkenal sebagai tempat pertapaan Gajah mada (patih majapahit ) yang gagah berani dengan semboyannya tidak akan makan garam sebelum nusantara bersatu.
Banyak hal menjadi cerita sejarah para sesepuh dari nenek moyang dahulu yang masih melekat di masyarakat.
Potensi alam yang cukup indah dan sumber air yang sangat besar banyak menarik investor untuk mengembangakan wilayah tersebut sebagai lokasi wisata.ingga sekarang
Beberapa sarana pendukung sudah mulai berjalan, di antaranya munculnya wisata arung jeram serta kampung tarsan.
Betkat usaha keras yang tidak mengenal lelah agus, juga yang memiliki jiwa sosial yang tinggi serta fokus dan peduli dengan lingkungan sekitarnya.
Semenjak dari awal kehadirannya di desa kertosari, membuat desa tersebut yang dulu sepi , kini mulai ramai penduduk yang membangun dan juga ikut serta bergotong royong.
Sebagaimana di ketahui adanya sumber mata air untuk di optimalkan sehingga bisa bermanfaat dan bisa mengalir ke pemukiman penduduk, yang pada akhirnya bisa di kosumsi setiap hari serta mendukung melestarikan lingkungan yang indah dan aman .
Di akui masih banyak kekurangan, yang perlu di benahi di desa kertosari terutama saluran air yang belum merata ke dusun dusun kekurangan air bersih termasuk karena jaraknya lebih jauh dia berjanji nanti akan dilksanakan secepatnya.
Respon positif muncul dari masyarakat, warga desa kertosari yang akan menghadapi pergantian pemimpin (kepala desa) berharap seorang yang tegas dan transparan dalam membangun desa celoteh warga ke awak media ( ariepas)


