Besaran Iuran Ruwah Dusun Popoh Di Keluhkan Pedagang

908 0

Sidoarjo, gempurnews.com – Gelaran Ruwah Desa di Dusun Popoh Desa Popoh Kecamatan Wonoayu Sidoarjo yang akan dilaksanakan hari jum’at 27 Maret 2020, bikin resah kalangan pedagang. Pasalnya, panitia memaksa untuk minta sumbangan dengan nominal yang telah ditetapkan panitia.

Padahal, pedagang mingguan yang ada di Dusun Popoh sudah ditarik iuran untuk kepentingan Dusun dan kebersihan sebesar Rp.5000.

Sumbangan untuk Ruwah Desa dan Pengajian yang ditetapkan panitia tidak sama antar pedagang berkisar Rp 100 sampai Rp 200 ribu.

Salah satu pedagang warung kopi bastomi, mengeluh merasa keberatan disodori selebaran yang sudah tertera nominal bagi masing masing.

“kalau seikhlasnya gak masalah mas lah ini 200 ribu mas saya sangat keberatan, ketua RW.04 juga menghimbau saya mas kalau ada tarikan suruh ke RT atau RW karena warkop saya ada dilingkungan RW.04.”ujar bastomi

Dalam pelaksanaannya Ruwah Desa akan digelar oleh panitia yang dengan struktur, Ketua Pelaksana Panitia Dusun Popoh, Achmad Muchlis, yang sering dipanggil atau julukan pak Mudin; ketua RW 03 Slamet Riyadi; ketua pasar Agus Sunyoto; dan seksi penggalang dana M. Feri R. menarik Iuran untuk kegiatan tersebut.

Waktu mengumpulkan sumbangan dari pedagang, peruntukannya disebutkan, Polsek, Koramil dan Satpol PP sebesar Rp. 800 ribu, demikian pula Camat dianggarkan Rp 100 Ribu, sedangkan untuk Linmas mendapat Rp 500 ribu untuk 5 orang.

Slamet Riyadi selaku ketua RW 03 saat dikonfirmasi menyatakan, jika penarikan sumbangan yang di jalankan tidak ada masalah, dan semua itu juga diketahui Desa dan semuanya telah transparan.

“Sekarang gini, mas pilih yang mana, lain-lain atau transparan. Karena orang-orang yang gak suka saja yang bikin masalah mas,” kilah Slamet.

Terkait iuran rutin dari pedagang, Slamet menjelaskan, iuran Pedagang Kaki Lima (PKL) setiap hari minggu itu masuk ke Kepala Dusun, sedangkan dana parkir pengunjung pasar masuk ke oknum pribadi warga Desa Popoh.

“RW 03 gak megang apa apa mas, juga gak terlibat masalah penarikan iuran PKL dan parkir,” tandas Slamet.

Sementara itu, Pj Kepala Desa Popoh Muslihah, saat dikonfirmasi media pada Senin (23/3/2020) melalui saluran telepon menjawab dirinya tergesa-gesa akan keluar kota.

“Saya mau ke Surabaya, mas bisa konfirmasi langsung dengan ketua pelaksana pak Achmad Muchlis, saya tidak diberi tahu masalah itu,” ucap muslihah.

Sementara itu, Camat Wonoayu, H. Abdul Kifli, belum berhasil dihubungi.

“Sedang dinas luar,” kata Iwandono, Sekretaris Kecamatan Wonoayu.

Terkait di catutnya nama Camat, Iwan menyarankan awak media GempurNews untuk konfirmasi ke Ketua Pelaksana,
karena camat tidak tahu apapun tentang rencana kegiatan tersebut. (yul)

Related Post