
Sidoarjo, Gempur News.Com – Pergantian pengurus pasar minggu Desa Popoh ke 3 kasan abdi, menyerahkan sisa uang hasil kontribusi iuran pasar minggu sebesar 30 juta ke pengurus baru atau ke 4 Agus sunyoto, disaksikan oleh beberapa warga di antaranya Imam selaku pengurus pasar ke 3 juga ketua LSM Gemas, Iwan Gojali ketua RT02, Partono ketua RT 01, Wiji sebelum menjabat BPD, melakukan pergantian juga serah terima sisa hasil kontribusi iuran Pedagang Kaki Lima (PKL)
Serah terima dana 30 juta ke pengurusan ke 4, yaitu Ketua Pengurus pasar Agus sunyoto Desa Popoh dan Ketua RW,03 Slamet Riyadi.
Di ketahui uang sisa hasil iuran pasar minggu dipinjamkan ke beberapa oknum warga Desa Popoh, yang juga diketahui oleh Ridwan Sekdes Desa Popoh.
Sebelumnya, menurut keterangan Ketua RW 03 Slamet Riyadi menyampaikan dirinya tidak mengetahuinya, dan di katakan semua di serahkan ke Dusun.
“Saya tidak tahu apa-apa, semuanya masuk ke Dusun.” dalih Slamet Riyadi RW.03 saat ditemui Gempur News.
“Semua tahu mas dengan adanya penarikan sumbangan ini dan dari pedagang hanya menerima 10, 20 30 ribuan saja mas.” Dalih Slamet selaku ketua RW.03
Masalah hasil tarikan iuran kontribusi dari PKL pasar minggu yang selama kepengurusan ke 3 kasan abdi selaku ketua, ada Sisa 30 juta diserahkan ke pengurusan pasar ke 4 Agus sunyoto dan Ketua RW 03 slamet Riyadi, Uang tersebut diipinjamkan kebeberapa oknum dan juga diketahui Ridwan saat menjabat Plt Desa Popoh sebelum ada PJ Kepala Desa Desa Popoh, Muslihah, dan sekarang Ridwan menjabat Sekdes Desa Popoh.
Ridwan Saat dihubungi lewat whast’ap GempurNews, mengatakan masih ada keperluan di Sidoarjo, dan mengarahkan untuk konfirmasi ke pengurus pasar minggu.
“tolong ditanyakan kepengurus pasar minggu saya lagi di sidoarjo mas” jelas ridwan melalui whast’ap.
Hingga Tak kunjung ada penjelasan uang yang diserahkan dari pengurus pasar minggu Desa Popoh yang diketuai kasan abdi ke pengurus Agus sunyoto Dusun Popoh Desa Popoh kecamatan Wonoayu.
Imam selaku saksi dan pengurus pasar Dusun Popoh, Desa Popoh juga ketua LSM Gemas menjelaskan jika peralihan pengurus masih terdapat sisa dana 30 juta dan itu di serahkan ke pengurus yang baru yaitu pengurus ke empat.
“Dulu waktu peralihan pengurus ada sisa dana iuran pasar minggu sekitar 30 juta mas, dan semuanya diserah terimakan ke pengurus ke 4 Agus sunyoto waktu itu dipinjamkan kebeberapa warga Popoh sendiri termasuk ketua RW.03 slamet riayadi itu juga pinjam itupun ada saksinya diketahui Plt Desa Popoh ridwan yang sekarang menjabat Sekdes Desa Popoh,”ujar Imam
Ruwah Dusun yang seharusnya ada anggaran dana ada 30 juta tinggal menggalang dana seihklasnya gak harus ada batas minimal 100 ribu dan 200 ribu sudah ada 30 juta kalau dana tersebut benar benar dikembalikan untuk kepentingan Dusun.” Tambah imam
Lebih lanjut di sampaikan , Uang Kontribusi pasar minggu desa popoh yang dipinjamkan ke beberapa oknum warga desa popoh tidak kunjung ada kembali , saat ada kegiatan atau Gelaran Ruwah Dusun Desa Popoh dicarikan dana dengan selebaran Sumbangan dengan batas minimal berbeda ada yang 100 ribu dan ada juga yang 200 ribu ke pedagang kaki lima (PKL) Desa Popoh.
Selebaran sumbangan ke PKL juga dituangkan nama Instansi yang dinilai sangat merendahkan dan mencoreng nama instansi juga termasuk Forkopimka keacamatan wonoayu.
Sebelumnya sudah diberitakan selebaran yang membawa nama nama Forkopimka, Polsek, Koramil, Satpol PP dengan Nilai yang sangat merugikan Pihak terkait , Nilai tersebut dengan Angka 800 ribu. Apalagi Seorang Camat dihargai 100 Ribu, harga seorang camat Wonoayu cuman 100 ribu, biarpun harga itu keluar angka 1 sampai 2 juta jelas nama camat sangat dilecehkan apalagi hal tersebut sangat memberatkan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang ada dipasar minggu.
Camat wonoayu H Abdul Kifli saat dikonfirmasi Gempur News, selasa 24 maret 2020, mempersilahkan untuk menanyakan kepada pengurus, dan dirinya belum pernah di beritahu masalah tersebut sebelumnya.
“Silakan ditanyakan ke ketua pengurusnya mas, kan saya yang dirugikan.” kata Camat H.Abdul Kifli.(yul)


