Isu Kenaikan Tarif Listrik, PT. PLN Pastikan Tak Ada Kenaikan

0
116

LUMAJANG — Masyarakat Kabupaten Lumajang, Jawa Timur diminta untuk tetap tenang dan tidak panik dengan isu kenaikan tarif listrik yang beredar saat ini, karena melalui siaran pers PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) Nomor : 111.PR/STH.00.01/V/2020, memastikan bahwa tarif listrik tidak naik.

“Kami informasikan bahwa isu kenaikan tarif listrik saat pandemi Covid-19 sekarang ini tidaklah benar, karena melalui siaran persnya PT. PLN memastikan tarif dasar listrik seluruh golongan tarif tidak mengalami kenaikan, termasuk rumah tangga daya 900 Volt Ampere (VA) Rumah Tangga Mampu (RTM) dan diatasnya,” terang Manajer PLN ULP Lumajang Hendik Purwahyudi saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Senin (4/5/2020).

Hendik juga menerangkan, seperti diketahui, bahwa penetapan tarif dilakukan tiga bulan sekali oleh pemerintah, dan untuk tarif bulan April 2020 hingga saat ini masih dinyatakan tetap, yakni sama dengan periode tiga bulan sebelumnya.

“Kami pastikan saat ini tidak ada kenaikan listrik, harga masih tetap sama dengan periode tiga bulan sebelumnya. Bahkan sejak tahun 2017 lalu, tarif listrik ini juga tidak pernah mengalami kenaikan,” tutur dia.

Lanjut dia, adapun besaran tarif yang berlaku saat ini diantaranya, tarif untuk tegangan rendah sebesar Rp1.467/kWh, 1/900 VA RTM sebesar Rp1.352/kWh, tegangan menengah sebesar Rp1.115/kWh, dan tegangan tinggi sebesar Rp997/kWh.

Menurut dia, adanya peningkatan tagihan rekening listrik pada pelanggan rumah tangga lebih disebabkan oleh meningkatnya penggunaan masyarakat akibat adanya pandemi virus corona atau Covid-19 yang membuat masyarakat banyak melakukan aktivitas di dalam rumah.

“Di tengah pandemi Covid-19 saat ini, kebutuhan masyarakat akan listrik bertambah, karena peningkatan penggunaan listrik sangat wajar terjadi dengan banyaknya aktivitas di rumah. Biasanya saat siang hari di rumah tidak ada aktivitas, tetapi saat ini kita harus bekerja dari rumah, otomatis penggunaan bertambah, misalnya untuk laptop dan pendingin ruangan, serta alat alektronik lainnya,” katanya.

Hendik menambahkan, bahwa untuk membantu masyarakat menghadapi pandemi virus corona, PLN juga telah memberikan stimulus berupa pembebasan tagihan rekening listrik pelanggan rumah tangga daya 450VA, pelanggan bisnis dan industri kecil daya 450 VA, serta potongan tagihan sebesar 50 persen untuk pelanggan rumah tangga 900 VA bersubsidi.

Selain itu, sebagai upaya antisipasi penyebaran Covid-19, PLN juga telah menangguhkan sementara proses pencatatan dan pemeriksaan stand meter bagi pelanggan pasca bayar. Tetapi, sebagai gantinya, mulai rekening bulan Mei 2020, PLN telah menyiapkan layanan melalui WhatsApp terpusat bagi pelanggan yang ingin melaporkan angka stan dan foto kWh meter.

Pelanggan pascabayar, lanjut Hendik, dapat mengirimkan angka stan kWh meter melalui layanan WhatsApp terpusat PLN dengan nomor 08122 123 123. Pelaporan angka stan meter dapat dilakukan oleh pelanggan sesuai tanggal pencatatan meter masing-masing pelanggan yang akan diinformasikan pada awal proses pelaporan mandiri melalui WhatsApp.

“Laporan dari pelanggan ini, nantinya akan menjadi dasar perhitungan tagihan listrik pelanggan setiap bulannya. Sementara, bagi pelanggan yang tidak melaporkan angka kWh meter, dasar perhitungan tagihan listrik akan menggunakan perhitungan rata-rata pemakaian listrik selama tiga bulan terakhir,” pungkasnya. (**/red)