Penyaluran BLT Dana Desa, WABUP : Kepala Desa Harap Adil dan Transparan

0
130

LUMAJANG — Kepala Desa diharapkan berlaku adil dan transparan dalam melakukan penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT Dana Desa). Hal itu disampaikan Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati saat meninjau langsung proses penyaluran di Desa Wonorejo, Kedungjajang, Senin (04/05/2020).

“Karena data ini murni dari desa, dari musyawarah desa, maka pemerintah desa harus adil, kepala desa bersikaplah yang adil, tidak boleh pendukungnya saja,” tutur Bunda Indah.

Bunda Indah juga menyampaikan bahwa masyarakat saat ini bisa memantau langsung data penerima bantuan sosial dari pemerintah, baik bantuan PKH, BPNT, Ngeramut Tonggo maupun BLT Dana Desa. Data penerima bantuan sudah dipampang di Balai Desa setempat.

“Semua masyarakat bisa melihat, kalau ada data ternyata orang mampu dapat, langsung protes saja ke Pak Inggi. Semua masyarakat boleh protes, boleh mengkritisi data yang tidak transparan,” tegasnya.

Selain ke Desa Wonorejo, Bunda Indah juga berkesempatan meninjau ke Desa Pandansari, Kedungjajang. Di Desa Wonorejo tercatat ada 66 KK yang menerima BLT Dana Desa dan di Desa Pandansari 93 KK.

Besaran anggaran masing-masing desa dilihat dari total alokasi dana desa yang didapatnya. Jika desa memiliki anggaran dana desa di bawah Rp 800 juta maka 25% dimanfaatkan sebagai BLT dana desa. Sedangkan yang anggarannya Rp 800 juta-Rp 1,2 miliar maka besarannya 30% untuk BLT dana desa, sedangkan yang anggarannya di atas Rp 1,2 miliar besarannya 35%.

“Harus dimaksimalkan, nanti cari lagi siapa masyarakat yang berhak dan membutuhkan,” pintanya. (**red)