Penerapan PSBB, Pelaksanaan Proyek DISDUKCAPIL Kota Cimahi Tetap Berjalan

0
143

KOTA CIMAHI —
Disaat sekarang ini, ketika Endemik Covid 19 sedang menjadi momok yang menghantui masyarakat serta memporak-porandakan ekonomi d unia, Indonesia tak terkecuali, Propinsi Jawa Barat ternyata masih ada Proyek yang bisa dikerjakan.

Dikota Cimahi contohnya, Ada proyek yang masih bisa dilaksanakan walaupun dalam keadaan PSBB(Pembatasan Sosial Berskala Besar), yaitu proyek penggantian penangkal petir pada menara pemancar yang ada di tiap kelurahan yang ada di Kota Cimahi, alat yang di ganti dari menara pemancar ini hanya mengganti penangkal petirnya saja tidak mengganti keseluruhan.

Ketika kontributor Gempur News mananyakan kepada pegawai yang sedang melakukan perbaikan menara di Kelurahan Citeureup, tidak mendapatkan jawaban yng memuaskan hanya mempersilahkan menghubungi dinas yang memberikan pekerjaan pengantian Alat penangkal petir, yaitu Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil(DISDUKCAPIL).

Di Kantor DISDUKCAPIL Awak Media Gempur News menemui Staf yang bisa memberikan konfirmasi Masalah pemasangan penangkal petir yang dilakukan disaat marak nya endemik Covid 19 yakni Salah satu Ka.Bid. Disdukcapil Tri.

Tri Menjelaskan, bahwa pekerjaan pemasangan penangkal petir tersebut bisa dikerjakan, Karena tidak termasuk yang dirasionalisasi. “Proyek ini merupakan rencana royek tahun 2019 yang dilaksanakan di tahun 2020, dan merupakan kebutuhan untuk semua jaringan yang ada di tiap kelurahan dan kecamatan,dengan nilai pekerjaan antara 15-20 Jutaan”. Jelasnya.

Ketika ditanya kualitas alat yang terpasang Tri menerangkan jika alat penangkal petir yang di pasang memakai kwalotas nomor dua mengingat di sesuaikan anggaran.

“Alat yang kita pasangkan di tiap tower yang ada di tiap kelurahan merupakan kwalitas nomor dua
, karena jika kita memasang alat penangkal petir kualitas nomor satu atau kwalitas terbaik , harga nya bisa ratusan juta”ungkapnya.

Dijelaskan pula jika yang melaksanakan pekerjaan pemasangan instalasi penangkal petir ini dilaksanakan oleh PT. Jembar Pangersa, untuk dilapangan di kerjakan oleh PT Jamparing Masagi.

“Ada 8 titik yang akan dikerjakan di tahun anggaran 2020 ini, masih ada sisa 4 yang belum di kerjakan dikarenakan penyesuaian anggaran “.terang Tri Menutup Pembicaraan.(ASYAF)