BARITO UTARA –Seorang lelaki yang acapkali disapa Enday Kusnandar,Karyawan PT. Belengkong Mineral Resources(BMR), kontraktor PT.Pada Idi, Perusahaan yang bergerak di bidang tambang Batu Bara di Kecamatan Lahei Barat,Kabupaten Barito Utara(Kalteng),dilaporkan ke Polres,karena hendak memperkosa seorang rekan kerjanya,antara lain Karyawan PT.BMR.
Informasi yang terhimpun Gempurnews.com dari berbagai sumber di Site Luwe memyebutkan,peristiwa tak senonoh itu terjadi Senin(29/6/20)sekitar pukul 10.30 WIB di kantor PT.BMR di Site Luwe, Lahei Barat.
Calon korban yang hendak diperkosa berinisial M,seorang dara cantik asal Desa Jangkang Baru.
Kronologisnya,saat itu Enday Kusnandar selaku Bos bersama M berada dalam ruangan kantor Logistick”Enday,yang sudah lama menyimpan hubungan istimewa dengan M gadis tersebut, segera melancarkan siasat busuk.Tanpa basa basi Enday langsung menyergap dan memeluk korban dari arah belakang.Kontan M kaget,sehingga dia melawan sambil berteriak sekeras-kerasnya. Bahkan lari ke luar ruangan, sehingga kehormatannya tetap terjaga.
Di luar kantor,Malinda Sari bergegas mengaktifkan,hp dan mengontak sanak keluarganya,di Jangkang.
Tak tunggu lama,enam anggota keluarga M tiba di kantor PT BMR.Mereka datang tidak dengan tangan kosong,tetapi membawa parang (mandau).
Melihat gelagat buruk, Enday yang ketakutan setengah mati segera dievakuasi rekan kerjanya yang lain ke tempat lain, sehingga tak menjadi bulan-bulanan keluarga karyawati tersebut.
Sejak kasus itu merebak dan dilaporkan keluarga korban ke polisi, Enday Kusnandar langsung dipindahkan ke daerah lain,”kata sumber yang enggan menyebutkan namanya yg beriniaial NG, Senin (5/7/20).
Kepala Satuan Reskrim Polres Barito Utara AKP. Kristanto Situmeang didampingi Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak(PPA)Ipda Sugiyono,Senin siang membenarkan,ada laporan polisi(LP)masuk ke Polres Barito Utara.”Ada laporan masuk,perkara percobaan pemerkosaan,”katanya.
Namun laporan tersebut masih harus didalami dan diselidiki oleh polisi.”Kita segera tindaklanjuti, kebetulan saat ini Unit PPA masih konsentrasi menyelesaikan kasus pornografi di Palangka Raya,”ungkap Sugiyono (SS).


