LUMAJANG – Bertempat di Wisata Alam Hutan Bambu Desa Sumbermujur Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang, Tarian Tradisional Kuda Lumping digelar pada malam penutupan Agenda Grebeg Suro, Kamis (20/8/2020) malam.
Tari Kuda Lumping menggambarkan semangat kepahlawanan dengan berperang menggunakan pasukan kuda
Tarian ini melambangkan kekuatan, kegagahan, kegigihan serta aspek-aspek militer lainnya dalam peperangan.
Penonton terkesima melihat tampilan penari yang menggunakan kuda terbuat dari bambu anyam dan dipotong menyerupai bentuk kuda, dengan dihiasi rambut tiruan dari tali plastik yang di kepang.
Grebeg Suro Sumbermujur ini kian meriah setelah siang harinya ditampilkan beragam arak arakan hasil bumi.
Grebeg Suro ini sudah menjadi agenda tahunan yang telah menjadi tradisi warga Desa Sumbermujur di bawah kepemimpinan Kepala Desa Syafi’i.
Pengunjung berjubel menyaksikan tarian tradisional Kuda Lumping Pimpinan Bapak Misa’i dan Bapak Minggir Budiono, warga dusun Kebonseket Desa Sumbermujur.
Bapak Misa’i selaku pemimpin tarian Kuda Lumping tersebut mengaku senang denga ditampilkannya tarian tradisional ini.
“Saya senang bisa menghibur warga Sumbermujur di acara Malam Grebeg Suro ini”. Ujarnya.
Senada dengan Misa’i, Bapak Minggir Budiono juga merasa gembira bisa menampilkan tarian tradisional Kuda Lumping.
“Ya. Tarian tradisional ini adalah bagian dari warisan budaya, kita harus melestarikannya”. Ujar Minggir ditemui media ini.
Sementara Kepala Desa Sumbermujur, Syafi’i mengapresiasi warganya yang masih memelihara kesenian tari tradiaional tersebut.
“Saya bangga warga masih bisa membuat hiburan di acara Grebeg Suro tahun ini, meskipun dalam susana pandemi Covid 19. Saya juga senang melihat warga mentaati aturan protokol kesehatan”. Kata Syafi’i. (mks)






