LUMAJANG — Pemkab Lumajang terus mengupayakan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), melalui Gerakan Membangun Pendidikan Kesetaraan Desa (Gempita Desa).
Program tersebut, khususnya dalam taraf pendidikan masyarakat, diharapkan mampu meningkatkan IPM yang sekarang masih berada pada urutan ke-36, nomor tiga dari bawah di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur.
“Saya bersama Bunda Indah berkeinginan agar Gempita Desa ini menjadi cara cepat kita, Kabupaten Lumajang melakukan eksplorasi problem rata rata lama sekolah,” kata Bupati Lumajang, Thoriqul Haq saat melakukan sambutan pembukaan program Gempita Desa, di Pendopo Arya wiraraja, Selasa (6/10/2020).
Bupati Thoriq menyampaikan, untuk membangkitkan semangat masyarakat, dia meminta adanya inivasi terhadap pola pembelajaran Gempita Desa.
“Kita harus mengejar, kita harus jemput bola, masyarakat harus mendapatkan akses terhadap kejar paket, ini yang ingin saya bangun,” kata dia.
Dia menyebutkan peluncuran program Gempita Desa ini dikhususkan untuk masyarakat berumur 21 tahun ke atas yang pernah mengalami putus sekolah pada masa lampau.
“Kami, 2 bulan ini melakukan evaluasi terhadap, problem utama adalah rata-rata lama sekolah. Evaluasinya rata-rata tidak lulus SD, nah itu bisa dituntaskan lewat Gempita Desa,” jelas Thoriq lebih lanjut.
Pemerintah setempat melakukan strategi jemput bola, dalam rangka mendorong minat masyarakat untuk berinsiatif melakukan pendaftaran secara mandiri.
Bupati Thoriq meninta perangkat daerah terkait dapat membangun sinergitas yang baik untuk mendukung suksesnya Gempita Desa tersebut.
“Harus ada revolusi dalam kejar paket. Kami konsolidasikan kegiatan masyarakat dengan diselipkan kegiatan Gempita Desa. Kami optimis di tahun depan IPM Lumajang khususnya pendidikan akan meningkat,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati, Bunda Indah meminta agar Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Lumajang memprioritaskan Gempita Desa melalui APBD dan APBDes.
“Kami meminta DPM Lumajang melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan pendataan terkait pendukung IPM,” pinta Bunda Indah. (tim)


