Di awal tahun 2021 ini, Koran Tempo dan Indo Pos berhenti terbit.
Dua koran nasional yang cukup banyak pembacanya, yakni surat kabar harian Koran Tempo (Majalah Tempo Grup) dan Indo Pos (Jawa Pos Grup) berhenti terbit mulai Januari 2021.
Bedanya, kalau Koran Tempo beralih dari cetak ke online. Sehingga masih bisa ditemukan dalam bentuk digital. Sementara Indo Pos, sama sekali berhentu terbit dan tidak lagi mengunjungi pembacanya.
“Sebenarnya harian Indo Pos sudah tidak terbit pada tanggal 30 Desember lalu. Saya kira hanya libur akhir tahun. Ternyata libur selama-lamanya,” kata Joko Intarto, salah satu pendiri Indo Pos, mantan wartawan senior Jawa Pos seperti dikutip dari viva.co.id pada Kamis (7/1/2021) malam.
Menurut JTO, sapaan akrab sekaligus inisial nama Joko Intarto, PT Tunas Intermedia Globe sebagai pemegang 80% saham PT Indopos Intermedia Press, menyatakan lempar handuk. Dengan kondisi itu penerbitan harian Indo Pos tidak akan berlanjut.
Diketahui, Harian Indo Pos didirikan JTO bersama Irwan Setyawan pada bulan Februari 2003. JTO sempat memimpin koran ini hingga 2007. Dari kantor menumpang hingga bisa menempati gedung 4 lantai milik sendiri di Jakarta.
“Sebenarnya saya sedang menyiapkan artikel bersambung untuk menyambut ulang tahun Indo Pos bulan depan. Tidak pernah saya duga. Harian Indo Pos akan mati muda karena Corona,” kata JTO, seperti dia tulis di laman Facebook-nya, awal Januari 2021.
Sedangkan Koran Tempo, seperti yang ditulis Metta Dharmasaputra, salah satu wartawan senior majalah Tempo, diakui kalau ada yang hilang dan abadi di 2021.
“Koran Tempo cetak per 1 Januari 2021 ini hilang dan sepenuhnya beralih ke format digital. Lembar-lembar koran yg sudah berusia 20 tahun ini kini menjadi ‘artefak’ memori yang abadi,” katanya, dengan nada yang terkesan lebih siap dari pada Indo Pos.
Menurut cerita Metta Dharmasaputra, awal tahun 2001, adalah saat para wartawan senior Tempo berjibaku menyiapkan kelahiran Koran Tempo. Setelah proses persiapan dirasa cukup, edisi cetak percobaan mulai dibuat.
Sebelumnya, koran atau media cetak yang lebih awal berhenti terbit antara lain Suara Karya, Sinar Harapan, Sinar Pagi, Merdeka, Jayakarta, Angkatan Bersenjata, Berita Yudha, Topscor, dan beberapa media terbitan Kompas grup seperti tabloid Bola, Hai dan lain-lain (red)






