Kapolres Lumajang Berikan Edukasi Prokes Melalui Tokoh Agama di Jatiroto

0
61

LUMAJANG – Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno, S.I.K., M.Si terjun langsung ke masyarakat untuk memberikan edukasi protokol kesehatan. Kali ini ia menemui para tokoh agama di Kecamatan Jatiroto, Jum’at (19/02/2021).

Pertemuan dengan para tokoh agama tersebut dengan harapan nantinya para tokoh agama ini menyampaikan kepada masyarakat. “Karena himbauan dari tokoh agama ini akan lebih didengar oleh masyarakat,” kata AKBP Eka Yekti

Awal sambutannya, ia menyampaikan salam hormatnya kepada seluruh peserta yang hadir dan rasa syukurnya atas kesehatan yang diberikan Allah SWT.

Disebutkan, di Jatiroto ini tinggal 3 orang yang sedang terpapar Covid, mungkin di Lumajang yang ramai, di Lumajang Jatiroto Pasirian Sukodono, dan Jatiroto paling rendah hanya 3, cepat untuk penyembuhannya dan penularannya lambat.

Lebih lanjut disampaikan sejarah kegiatan edukasi prokes kepada masyarakat mengapa harus dilakukan, ia menceritakan bahwa riwayat kegiatan ini bermula pada saat liburan natal dan tahun baru.

“Angka penularan sangat tinggi, nasional semuanya naik karena libur natal dan tahun baru, mungkin karena sudah satu tahun direm pada liburan idul fitri dan yang lain, akhirnya tumpah ruah pada liburan natal dan tahun baru,” tutur AKBP Eka.

“Mobilitas masyarakat tinggi hingga penularan Covid angkanya membengkak. Maka dari itu semua Kementrian turun, yang pertama hanya Kementrian Kesehatan dan TNI Polri, namun perintah Pak Jokowi semua Kementrian turun tangan, termasuk Kementrian Kemenag,” ujarnya.

“Target 2021 ini, Negara kita harus bangkit, dan saat ini sudah ada vaksin, diharapkan normalisasi pertumbuhan ekonomi lebih cepat,” lanjutnya.

Pada kesempatan tersebut Kapolres Lumajang juga menjelaskan terkait PPKM. Ia mengatakan bahwa munculnya istilah PPKM pada awal tahun, tahap pertama tidak membuahkan hasil yang signifikan, lalu ada PPKM tahap kedua dan tidak begitu membuahkan hasil.

Lalu di tengah-tengah ini ada instruksi Menteri Dalam Negeri, namanya PPKM Mikro, istilah lainnya Lockdown RT, RW, Desa, jadi jika di RT itu ada lebih sari 10 yang terpapar virus, RT itu akan ditutup total.

“Yang didalam tidak bisa keluar, yang diluar tidak bisa masuk. Di Jawa Timur ini ada, di kota lain RT diperlakukan seperti itu, namun di Lumajang ini tidak ada. “Alkhamdulillah kita pertahankan,” terangnya.

“Untuk mensuplai sembako di RT itu tadi menggunakan anggaran dana desa sebanyak 8 persen. Jika tidak ada yang terpapar covid lebih dari 10 orang di wilayah tersebut, maka dana desa untuk penanganan Covid itu bisa digunakan untuk alokasi lain, bisa untuk pembangunan desa.” tambahnya

“Vaksinasi untuk nakes di Lumajang sudah selesai semua, dua minggu lagi untuk TNI Polri dan bulan depan untuk masyarakat. Agar dipersiapkan, nanti akan disampaikan mana yang boleh dan tidak untuk divaksin” pungkas AKBP Eka. (*)