Sebagai Lumbung Pangan Nasional, Banyuwangi Tak Butuhkan Beras Impor

616 0

BANYUWANGI – Dikenal dengan daerah lumbung pangan, setiap tahun daerah ini mengalami surplus beras. Hal inilah yang mendasari Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, tak inginkan suplai beras impor, karena stok beras di Banyuwangi selalu surplus.

“Banyuwangi tidak perlu impor beras. Di Banyuwangi ini setiap tahunnya, pertanian kita utamanya padi selalu surplus, bahkan beras Banyuwangi dikirim ke berbagai daerah,” kata Ipuk, di Banyuwangi, Senin (22/03/ 2021).

“Kemarin sudah saya rapatkan dengan dinas terkait, kita hitung neraca beras, dan jelas bahwa tidak perlu beras impor masuk daerah ini,” tambahnya.

Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi, produksi gabah kering giling (GKG) di Banyuwangi mencapai 788.971 ton atau setara 495.079 ton beras pada 2020.

Sementara tingkat konsumsi beras di kabupaten Banyuwangi sendiri berkisar 165.411 ton, sehingga pada 2020 terdapat surplus 329.668 ton beras.

Memasuki masa Januari-Maret 2021, produksi GKG Banyuwangi mencapai sebesar 158.892 ton atau setara 99.705 ton beras. Adapun tingkat konsumsi Januari-Maret 2021 sebesar 41.415 ton, sehingga terdapat surplus 58.290 ton beras.

“Konsumsi beras per kapita warga Banyuwangi sekitar 94,47 kilogram per orang per tahun. Jadi kita sudah hitung, bahwa tahun 2021 ini kita targetkan produksi sekitar 491.000 ton beras, lalu tingkat konsumsi sekitar 165.000 ton, maka ada surplus 325.000 ton beras. Tentu dengan surplus yang sebesar itu kita tidak perlu beras impor masuk.” pungkasnya.

Ipuk juga mengkhawatirkan, adanya beras impor dapat berakibat pada turunnya harga gabah petani.

“Kalau beras impor masuk, tentunya harga gabah petani bisa semakin tertekan. Makanya kami tidak ingin beras impor masuk ke Banyuwangi,” ujarnya.

Pada kesempatan itu Ipuk juga menyampaikan salah satu program yang tengah dikejar pemerintahannya. Yaitu mendorong pengembangan produksi beras organik, guna meningkatkan nilai tambah bagi petani. Bahkan kini, sudah banyak lahan yang dikembangkan untuk beras organik di Banyuwangi, selain itu, ipuk juga memberi bantuan pupuk organik secara merata ke seluruh kecamatan dan desa.

“Ada trobosan baru yang dapat menjadi nilai tambah yang bisa meningkatkan kesejahteraan petani, yaitu dengan mendorong peningkatan produksi beras organik” terangnya. (tim)

Related Post