Akibat Kelangkaan Gas LPG 3 Kg Dibulan Puasa, Pemkab Akan Bentuk Satgas Pengawas Distribusi

0
69

BONDOWOSO – Kelangkaan Gas LPG 3 kg di Bondowoso Pemkab membentuk tim pengawasan pendistribusian dari Pertamina sampai ke masyarakat, hal itu untuk menghindari permainan oleh pedagang nakal, hal itu disampaikan saat press Release di Gedung Sabba bina Praja 2 kamis (15/04/21).

Dalam acara tersebut dihadiri Wabup H.Irwan Bactiar Rachmat, Kabag Perekonomian, Ka Diskoperindag, Plt Dinas Kominfo, Perwakilan PSBE dan Kasi Intel Polres Bondowoso.

Dalam sambutannya Wakil Bupati Bondowoso H. Irwan Bachtiar Rachmat mengaku kaget, ketika tahu peredaran tabung gas LPG 3 Kg di masyarakat sangat langka dan mahal di awal Puasa Ramadhan 1442 H ini.

Dan akibat kelangkaan tersebut, harga gas melon melambung, Dari harga ecer tertinggi (HET) Rp 16 ribu, naik Rp25 ribu hingga Rp 30 ribu, Untuk mengantisipasi kelangkaan selama Ramadan dan jelang Idul Fitri, Bupati sudah bersurat ke Pertamina agar ada penambahan tabung.

“Setelah kami lakukan evaluasi kemarin. Kami melakukan rapat terbatas, kok masih ada kelangkaan semacam ini, padahal sudah melakukan upaya-upaya” kata Irwan.

Dari keterangan Wabup, kelangkaan ini diduga karena pendistribusian Lpg 3 Kg itu tidak benar. Seharusnya dari Pertamina ke SPBE (Stasiun Pengisian Bulk Lpg) kemudian ke agen dan terakhir ke pangkalan.

“Seharusnya dari pangkalan ini langsung ke masyarakat, akan tetapi masih ada yang namanya pengecer-pengecer” kata Irwan.

Pihaknya menganalisis, ada dugaan dari jalur pengecer inilah harganya bisa melambung, Irwan juga mengaku tidak ada Satgas pengawasan peredaran gas LPG 3 kg di Bondowoso.

“Ada dugaan ada upaya penimbunan- penimbunan, dan pemeritah akan membentuk Satgas pengawas gas melon, yakni terdiri dari unsur pemerintah, kepolisian dan kejaksaan.

Nantinya akan memantau pendistribusian gas, mulai dari agen hingga pangkalan, tidak boleh ke pengecer sehingga tidak ada upaya penimbunan” pungkasnya.(Tim)