Warga Keluhkan Mutu Beras BPNT Yang Tak Layak Konsumsi

1134 0

PROBOLINGGO- Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai ( BPNT), yang di salurkan dengan mengunakan dana APBN ke warga prasejahtera, yang berupa beras yang di suplay dari bulog di keluhkan warga, karena berasnya tidak layak dikonsumsi baunya apek, hancur serta ada kutunya.

Sundoko Hamzah, warga dusun Sumuran Desa Tanjungrejo kecamatan Tongas, menyampaikan jika beras bantuan yang diterima keluarganya melalui BPNT, sangat jelek, hancur, warnanya kecoklatan, dan banyak kutunya.

“Cobak lihat ini mas, apa beras ini layak kita konsumsi”, ungkap Sundoko sambil menunjukkan beras yang ada dalam karung berlogo Bulog Probolinggo.

Dirinya berharap kepada pihak terkait untuk melakukan pengecekan mutu beras mulai dari hilir sampai ke tangan keluarga penerima manfaat.

Hal yang sama juga dikeluhkan oleh beberapa keluarga penerima manfaat ( KPM ), dalam penyaluran bulan maret dan april memang berasnya agak hitam, hancur dan ada kutunya sehingga oleh warga beras tersebut hanya disimpan tidak dimasak.

Memang, berasnya jelek sekali kalau di bilang remuk baunya apek sehingga tidak layak untuk di kosumsi, terang warga.

Sangat di sayangkan, disaat warga masyarakat sangat kesulitan dalam pemenuhan kebutuhan sehari hari, akan tetapi masih seringkali terjadi orang yang kurang bertanggungjawab, dan tanpa ada perhatian dari pihak dinas terkait atau tim untuk mengecek dan menindak yang turun ke agen sebagai penyalur.

Menurut koordinator daerah (KORDA), ILMI, jika warga atau KPM penerima bantuan mendapatkan beras yang tidak layak, bisa langsung mengadukan ke tim yang ada di kecamatan dulu sebelum melaporkan ke dinas sosial.

Hal itu disampaikan melalui sambungan washap, atas keluhan warga masyarakat tentang jeleknya mutu beras yang diterima melalui program BPNT.

Keluhan masyarakat atau KPM silahkan laporkan ke tim kecamatan dulu baru ke dinas sosial, terangnya. (Ali/bersambung)

Related Post