PASURUAN – keluarga besar syarifah akhirnya menuntut RSUD Bangil akibat kecerobohan petugas tes swab PCR yang mengakibatkan kegaduhan dilingkungan sekitar tempat tinggalnya.

Hal ini dikarenakan akibat dari penjemputan petugas satgas gugus tugas covid-19 kerumah meraka untuk menjemput ibu Syarifah lantaran dinyatakan positif covid saat tes swab PCR yang di keluarkan oleh RSUD Bangil.
Keluarga Syarifah merasa mendapat diskriminasi serta merasa dikucilkan oleh tetangga sekitar lantaran terkonfirmasi positif covid-19.
Perlu diketahui bahwasanya telah terjdi kesalahan fatal yang dilakukan oleh petugas tes swab PCR RSUD Bangil, karena mereka mengeluarkan dua hasil tes swab PCR yang berbeda untuk Syarifah Torayyah, warga Kidul Dalem, Bangil, Pasuruan.
“Pada tanggal 23 Juni 2021, satgas covid kecamatan mendatangi rumah ibunya di Jalan Apel, dekat Pasar Bangil. Mereka membawa hasil swab PCR dari RSUD Bangil tertanggal 22 Juni 2021 (tes tanggal 21 Juni) yang menyatakan ibunya positif Covid-19,” urai Faris.
“Ibu saya tidak pernah tes swab pada tanggal 21 Juni, sehingga jelas kami selaku pihak keluarga besar merasa dirugikan atas hasil swab yang dikeluarkan RSUD Bangil.”
“Tetangga sekitar juga menjauhi keluarga besar saya setelah satgas mendatangi rumahnya dengan baju APD lengkap untuk menjemput ibunya karena ibunya dinyatakan positif Covid-19, sedangkan ibunya tidak pernah tes pada hari itu di RSUD Bangil,” urai Faris.
Faris juga menerangkan bahwa ibunya memang pernah memeriksakan diri di RSUD Bangil pada 15 Juni 2021, setelah dilakukan swab PCR, hasilnya keluar pada tanggal 16 Juni, hasilnya negatif yang tanggal 16 Juni,” lanjut Faris.
Selang seminggu kemudian pada tanggal 23 Juni, tiba-tiba satgas mendatangi rumah ibunya dan membawa hasil swab dari RSUD Bangil tertanggal 22 Juni yang menyebutkan ibunya positif, hal ini lah yang akhirnya membuat keluarga murka dan geram.
Keluarga memang sudah mendatangi RSUD Bangil untuk meminta klarifikasi kesalah tersebut dan melalui humas M. Hayat manajemen mengkui kesalahan tersebut serta meminta maaf, tapi itu belum cukup buat keluarga lega menerima.
“Kami menuntut agar manajemen RSUD Bangil meminta maaf secara terbuka di media massa serta datang ke lingkungan kidul dalem untuk mengklarifikasi kesalahan tersebut,” papar faris saat di hubungi awak media melalui WhatsApp pada Hari Sabtu (26/06/21).
Sementara itu, Humas RSUD Bangil M. Hayat saat dikonfirmasi melalui WhatsApp pada Hari Sabtu (26/06/21) menyampaikan masalah itu sudah clear.
“Masalah tersebut sudah di selesaikan, keluarga sudah mendatangi RSUD Bangil,” ujar Hayat. (por)
