HomeJawa TimurRakor FKPRM Bahas Rencana Pembentukan Forum Tingkat Nasional

Rakor FKPRM Bahas Rencana Pembentukan Forum Tingkat Nasional

LUMAJANG – Untuk meningkatkan mutu media, baik cetak, elektronik, TV dan Online, Forum Komunikasi Pemimpin Redaksi Media (FKPRM), menggelar rapat koordinasi menyamakan persepsi meningkatkan mutu jurnalis, bertempat di gedung pertemuan SMA Negeri 02 Lumajang, Sabtu (06/06/2021).

Dalam rakor tersebut dibahas tentang penyebab dan solusi terhadap pelecehan, kriminalisasi, kekerasan jurnalis (jujur menganalisa), serta upaya melakukan berbagai inovasi kegiatan media.

“Rakor ini bertujuan untuk meningkatkan mutu jurnalis mulai dari perekrutan, saat bekerja hingga pembinaan secara periodik dari masing masing media di lingkungan FKPRM,” kata Ketua FKPRM, Agung Santoso dihadapan para pegiat media yang tergabung dalam FKPRM di Jawa Timur.

Advertisement

Menurut Agung, hal ini penting dilakukan sebelum melangkah ke depan, agar organisasi ini dapat melalui tahapan dengan lancar tanpa kendala, dan pastinya akan sesuai dengan keinginan bersama.

“Kuncinya adalah kekompakan dan semangat kuat dari semua pengurus dan anggota, jika sudah demikian maka rencana pembentukan FKPRM tingkat nasional akan cepat terwujud,” imbuhnya.

Turut hadir di acara tersebut, Widodo, Ketua Monumen Pers Nasional Surakarta yang diundang khusus untuk menyampaikan sejarah berdirinya Gedung Monumen Pers Nasional.

Dalam sambutannya Widodo menyampaikan bahwa Gedung Monumen Pers Nasional sebelumnya bernama Societeit Mangkoenegaran.

“Pada tahun 1933, gedung ini juga berfungsi sebagai tempat perkumpulan para aktivis pers,” ujar Widodo.

Widodo juga menyebut Soloche Radio Vereeniging (SRV) dibawah kepemimpinan RM. Ir.Sarsito Mangoenkoesoemo sebagai radio pergerakan kaum pribumi.

Dikesempatan yang sama, Widodo juga mengungkapkan nama sebuah radio yang cukup unik, yakni radio kambing namanya.

“Kenapa disebut radio kambing, ya karena dulunya radio ini berada didekat kandang kambing. Dilihat dari luar tidak kelihatan adanya kegiatan siaran radio, karena yang kelihatan memang hanya kandang kambing,” pungkasnya. (bam)

RELATED ARTICLES

Most Popular