Tradisi Kaum Perempuan Pikul Jenazah ke Pemakaman Diyakini Mampu Usir Pagebluk

0
82

SITUBONDO – Prosesi kaum perempuan memikul jenazah dari rumah ke pemakaman umum, menjadi tradisi masyarakat di Situbondo.

Konon, tradisi ini sudah dilaksanakan secara turun temurun untuk mengusir pagebluk.

Ini terjadi di Dusun Nangkaan Desa Jangkar Kecamatan Jangkar Kabupaten Situbondo Jawa Timur, Selasa (03/8/2021), di masa Pandemi Covid 19.

Selama perjalanan menuju makam, lantunan tahlil juga terus dikumandangkan disusul kaum laki laki mengiringi jenazah dibelakangnya.

Prosesi kaum perempuan memikul jenazah itu di rekam warga setempat dan segera menjadi viral di media sosial.

Dalam rekaman video tersebut, kaum perempuan itu bergotong royong memikul jenazah dari rumah duka menuju pemakaman.

Ketua RT.004 Dusun Nangkaan, Herli menerangkan bahwa tradisi ini diyakini sebagai ritual penolak balak.

“Agar pagebluk dan pandemi covid-19 segera berlalu,” ujarnya.

Dikabarkan, dalam sepekan terakir jumlah warga mereka yang meninggal terjadi secara beruntun. Bahkan, dalam sehari bisa mencapai 3 hingga 5 kematian dengan beragam gejala sakit.

Tradisi kaum perempuan memikul jenasah hingga ke pemakaman juga dilakukan warga Pesisir Desa Kilensari Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo.

Pada akhir bulan Juni 2021 lalu, kaum perempuan di desa setempat memikul jenazah dari rumah duka hingga ke tempat pemakaman.

Sedangkan, kaum laki-lakinya bertugas memasukkan jenazah ke liang lahat.

“Sambil mengiringi jenazah, mereka juga menggunakan piring dan mangkok untuk dibunyikan. Hal tersebut diyakini bisa mengusir pagebluk,” kata warga Dusun Pesisir. (muh).