SIDOARJO – Warga RT 4,5,6 RW 4 Simowau Kelurahan Sepanjang Kecamatan Taman, mengeluh adanya bau menyengat dan membuat sesak nafas.
Beberapa warga akhirnya menelusuri sumber bau tersebut, yang berasal dari pabrik bernama CV. Cakrawala Sakti yang berlokasi di Jalan Trunojoyo, Kelurahan Sepanjang, Selasa, 26/10/21
Diwaktu berbeda IM, warga setempat menyampaikan kalau saluran air di depan rumahnya berbau dan menyengat.
Banyu nang got ngarep omahku iku berubah warna, ambune nemen ndadekno sesek Nang Dodo mas (Air diselokan depan rumah saya itu berubah warna, baunya menyengat dan membuat sesak nafas didada mas), kata IM sambil menutupi hidung
Diungkapkan juga dilokasi tersebut banyak anak kecil yang bermain keluar rumah didekat selokan menangis karena bau yang dikeluarkan oleh pabrik tersebut.
“Disini biasanya banyak anak kecil bermain mas, karena kemarin ada anak kecil tiba – tiba menangis karena menghirup bau ini”. Lanjut IM sambil menunjuk selokan tersebut.
Sementara warga lain yang rumahnya berdekatan dengan pabrik membenarkan kalau limbah ini benar dari pabrik tersebut sembari meluapkan rasa kesalnya.
“Kok ngawur yaa.. limbah dibuang ke saluran air warga, jelas ini merusak lingkungan, sedangkan warga di Simowau ini, masih banyak yang memakai air sumur buat masak dan minum”. Katanya dengan nada kesal.
Wan juga warga disekitar simowau ini berharap masalah ini diusut secara tuntas dan tidak ada pembelaan terhadap pelaku pengrusakan alam.
“Kami juga meminta agar penegak hukum dan DLHK turun langsung ke lapangan dengar langsung keluhan masyarakat,” kata Wan
Warga setempat menuturkan, kuat dugaan limbah itu berasal dari CV Cakrawala Sakti yang berada di jalan Trunojoya Kelurahan Sepanjang yang beroperasi di daerah tersebut.
Masih menurut warga, tadi sudah didatangi oleh pihak pabrik dan berjanji akan menyedot dan menyemprot obat atau sejenisnya,
namun hal masih diragukan, pasalnya apakah itu bisa menjamin keselamatan akibat pencemaran limbah tersebut.
Dalam hal ini, pihak Pabrik CV. Cakrawala Sakti yang diwakili oleh Ronny, saat dikonfimasi Media mengatakan, bahwa hal tersebut dikarenakan adanya pengurasan tandon secara berkala dalam jangka waktu 6 bulan sekali dengan HCL, tetapi cairannya terkena sampah yang masih tertimbun, dan akhirnya menyebabkan bau menyengat.
“Kami sudah mengelontorkan air tangki sebanyak 5000 liter untuk menetralkan, tetapi masih ada selokan yang buntu, dan kami sudah tindak lanjuti langsung ke lapangan dengan ketua RT dan perwakilan warga,
dan solusinya di sedot oleh mobil sedot WC, jadi.. itu bukan limbah Pak,” kata Ronny.
Ronny juga mengakui , dirinya telah didatangi ketua RT setempat dikantornya, dan menyampaikan sudah membereskan juga bertanggung jawab.
“Tadi selokan yang di belakang tempat pemukiman warga sudah kami sedot pak, tadi kami sudah tinjau ke lapangan langsung”. Jelas Ronny ke awak media
Dia menegaskan kalau perusahaannya tidak memproduksi bahan kimia, hanya pengisian dan mencampur bahan kimia yang dibeli dari supplier, sehingga tidak ada limbah yang dihasilkan.
Menyikapi hal ini, ketua DPD LSM Gempar Sidoarjo, Sunyoto, S.H mengatakan, apapun bentuk pelanggaran, pelaku pembuangan limbah jelas- jelas melanggar aturan, selaku LSM Gempar dirinya akan melaporkannya ke dinas terkait.
Dengan adanya limbah tersebut, aliran limbah ke saluran air warga yang padat penduduk ini, bisa berpengaruh dan berdampak buruk bagi kesehatan, serta merusak ekosistem di lingkungan, selain itu, aliran sungai tersebut juga untuk mengaliri sawah pertanian tentunya dapat merugikan petani, tegas Sunyoto.
Perlu diketahui jika terbukti, pembuang limbah bahan beracun dan berbahaya, dapat dijerat pidana dengan sanksi denda mencapai Rp 3 miliar, Pungkasnya (Yuli)







