LUMAJANG – Sesungguhnya pada era sekarang ini terbilang sulit menemukan pengurus rukun warga (RW) yang benar-benar ingin mengabdi kepada warganya. Terlebih lagi, jika pengurus RW itu memiliki pekerjaan utama yang sudah sibuk. Praktis kondisi itu membuat RW hanya memiliki sedikit waktu luang membantu warga di lingkungannya.
Namun, tidak demikian dengan Eko Santoso, Ketua RW XI Kelurahan Jogotrunan, Kecamatan/Kabupaten Lumajang, Jawa Timur ini. Ia justru merasa tertantang untuk memberikan sesuatu yang lebih baik, meskipun di tengah kesibukan pekerjaan utamanya sebagai wartawan. Berdedikasi melayani dan mengayomi lingkungannya, kian tumbuh mengiringi hasratnya yang kuat.
Seperti halnya saat ini, ia tengah fokus melakukan persiapan di lingkungannya untuk mengikuti lomba pawon urip tingkat kabupaten, Senin (28/11/2021). Bersama warga dan TP PKK Lingkungan RW XI Kelurahan Jogotrunan, ia memantapkan kondisi fisik lahan dengan memperhatikan keaneka ragaman tanaman yang sudah dipersiapkan untuk kebutuhan lomba.
Saat ditanya terkait kegiatan lomba pawon urip ini, Cak Eko, panggilan karib Ketua RW XI Kelurahan Jogotrunan tersebut, mengungkapkan jika hal ini merupakan program terobosan TP PKK Kabupaten Lumajang yang digagas untuk memanfaatkan lahan kosong serta dapat memiliki nilai ekonomi dalam memenuhi kebutuhan dapur keluarga.
“Pawon urip ini sesungguhnya program terobosan Ning Farin, Ketua TP PKK Kabupaten Lumajang. Salah satu tujuannya adalah untuk membangun rasa gotong royong warga sekaligus dapat memenuhi kebutuhan dapur,” terang Eko, Minggu (27/11/2021), di lokasi pawon urip RW XI Kelurahan Jogotrunan.
Lebih lanjut ia menyampaikan, kegiatan kerja bakti pawon urip di lingkungan RW XI ini, dilakukan untuk memanfaatkan lahan kosong yang sudah diijinkan oleh pemiliknya, dengan tujuan agar lingkungan biar kelihatan rapi dan indah. Selain itu, tanaman yang ada di pawon urip nantinya dapat dimanfaatkan warga sekitar untukkebutuhan sehari hari.
“Intinya, kegiatan kerja bakti pawon urip kali ini bukan hanya karena ada lomba saja, lebih dari itu kami menginginkan program ini berkelanjutan. Kami ingin berbuat lebih kepada warga yang ada di lingkungan RW XI ini, kami berupaya mengutamakan keperluan warga,” pungkasnya.
Lelaki beranak dua ini memiliki motto urip iku urup. Makna filosofi ini luar biasa, kata dia, bahwa kita dilahirkan di dunia ini bukan untuk berdiri sendiri, berkuasa dan semua hanya untuk diri sendiri, akan tetapi kita lahir untuk saling memberi, saling menolong dan saling membantu sesama tanpa ada rasa pamrih. (red)






