CIMAHI – Kepala Desa Padaasih Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Mujijat, menjemput salah seorang warganya, bernama Dede Supartika, yang telah lama bekerja di luar negeri sebagai TKW.
Penjemputan itu dilakukan karena selama lebih dari 8 tahun tidak ada kontak. Bahkan Dede juga sempat dikabarkan meninggal dunia.
Sebelumnya, informasi tentang Dede menjadi pekerja migran di Arab Saudi, berawal dari
Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bandung Barat yang mendapat kabar dari Jakarta bahwa ada warga masyarakat Desa Padaasih yang dipulangkan dari Oman.

Setelah berkoordinasi dengan perangkat Desa terkait, ternyata memang ada warga Desa Padaasih yang telah lama, belum kembali bahkan sudah dianggap meninggal dunia atas nama Dede Supartika.
Setelah melakukan koordinasi dengan pihak keluarga, Kepala Desa Padaasih akhirnya turun langsung melakukan penjemputan.
Sehari setelah dilakukan penjemputan, Ibu Dede Supartika, yang bertempat di rumah kerabat ibu Dede Supartika Kampung Babakan Muncang,
Kepala Desa Padaasih Mujijat, menjelaskan, pihaknya merasa senang karena keberadaan Dede telah diketahui dan bisa dijemput untuk kembali pada keluarganya.
“Hari ini kami bersuka cita, karena warga kami yang sudah lama bekerja di luar negeri dan tidak diketahui rimbanya kurang lebih 19 tahun kini sudah ada berkumpul bersama keluarga besarnya. Kami dari pemerintahan desa sangat bersyukur bahwa warga kami yang sudah lama tidak berjumpa kini sudah kembali. Kami ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu kepulangan Ibu Dedeh, semoga ini menjadi berkah bagi kelurga besar Ibu Dedeh dan juga kami ikut bersukacita atas nama perangkat Desa Padaasih,” terang kepala Desa Padaasih, Mujijat kepada wartawan.
Dari pihak keluarga yang diwakili oleh Tuti Sumarni, adik Dede Supartika menyampaikan kegembiraannya karena dapat berkumpul kembali dengan sang kakak yang sudah terpisah selama hampir 19 tahun.
“Saya Tuti Sumarni yang merupakan adik dari Ibu Dede Supartika sangat bergembira serta bersyukur atas kembalinya kakak saya. Setelah 19 tahun kami tidak berjumpa bahkan karena 8 tahun terakhir tidak ada kabar maka kami sudah mengikhlaskan dan menganggap kakak saya sudah tiada. Bahkan saat orang tua kami meninggal saja kakak saya tidak mengetahuinya. Kami keluarga besar sangat berbahagia atas kembalinya kaka saya dan berkumpul kembali,” urai Tuti, Selasa (01/02/2022)
Disampaikan Tuti pula, dia mengucapkan terimakasih kepada kepala desa beserta rekan-rekan yang telah membantu kepulangan Dede.
“Kejadian dan pengalaman pahit yang dialami oleh kakak saya semoga tidak dialami oleh orang lain,” ungkap Tuti Sunarni.
Achmad $.
